Dokumentasi Foto Bayi, Bagaimana Yang Benar?

Yang saya tahu, hanya mengambil banyak foto bayi saya sejak lahir hingga kini. Dan beberapa video, meski tak banyak. Kini, saya bingung sendiri, karena sudah ada terlalu banyak foto, bagaimana cara yang mudah dan benar untuk mengorganisasinya menjadi sebuah dokumentasi?

Pernah merasa kalau isi rumah atau lemari pakaian sudah penuh, tapi sayang untuk membuang beberapa barang yang kita miliki?

Yap, saya merasakan seperti itu dengan foto-foto bayi saja. Sejak lahir, saya dan suami berganti-gantian mengambil foto bayi saya, Diana. Tak hanya satu foto setiap hari, bisa puluhan atau bahkan ratusan setiap harinya. Masalahnya, kami cuma mengambil, lalu memasukkannya ke dalam sebuah folder khusus di dalam eksternal hard disk, tanpa memilih mana yang terbagus.

Diana dan Kupluk Bayi Lucu

Paling banter saya akan memilih satu atau dua buah foto yang saya anggap layak untuk ditampilkan di blog bayi ini, kemudian saya kecilkan ukurannya, dan menguploadnya ke blog.

Sisa foto dari hari yang sama, bahkan mungkin satu gaya bisa ada puluhan foto, juga tetap saya simpan di dalam external hard disk. Rasanya sayang sekali jika harus menghapus satu buah fotopun. Bayi saya terlihat lucu semua di foto-foto itu.

Iya, saya tahu kalau semua emak pasti menganggap anaknya yang paling cakep, yang paling cantik. Tapi beneran deh, nggak rela aja, menghapus foto, kecuali emang bener-bener jelek banget kualitasnya, seperti blur atau goyang pada saat ngambil foto.

Lha kalau diterus-terusin kebiasaan nyimpen semua foto bayi tanpa mau menghapusnya, bisa jadi eksternal hard disk sebesar 500GB nggak sampai setahun sudah penuh.

Mau ngedit, milih-milih dari awal pastinya bakalan makin males kalau sudah makin banyak fotonya. Untung, saya nggak punya kebiasaan memfoto bayi memakai handphone dan iPad (kecuali kepepet banget). Jadi memory handphone dan iPad nggak cepet penuh dengan foto-foto yang belum tentu berkualitas baik. 😉

Kalau teman-teman, gimana pengalamannya menyimpan dokumentasi foto anak? Bagi tipsnya dong…

Tulisan ini sudah 3,275 kali dibaca

One thought on “Dokumentasi Foto Bayi, Bagaimana Yang Benar?

  1. sebagai seorang photomodel, sama banget tuh, dalam seminggu pasti ada aja update photo wajahku hahaha.. kalo kelihatan nggak imut, langsung deh perbanyak tidur, itu tandanya aku kurang tidur, hahaha.. kalo kelihatan imut, baru deh diuplod di facebook.

    hahahaha…

    Tapi emang bener kalo ngedel photo yg kualitasnya rata2, kok eman2. Padahal kalo misalnya milih2 photo, photo dg kualitas rata-rata itu pasti nggak kepilih, jadi sebenarnya mubadzir untuk disimpan tapi juga nggak real untuk didelete hahaha..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *