Diana Sudah Berhasil Berjualan Sendiri

Entahlah bagaimana tahapan mengenalkan tentang keuangan kepada anak, apakah dimulai dari bisa menabung dulu, atau belajar menghasilkan uang, atau sekedar mengelola uang dengan cara membedakan kebutuhan dan keinginan, yang pasti saya ingin Diana tahu bahwa mencari uang itu tidak mudah, maka dari itu harus bisa hidup sederhana dan membiasakan menabung.

Soal menabung, saya pikir Diana sudah lumayan berhasil. Jika memperoleh uang (misalnya pemberian simbahnya), langsung dititipkan kepada mamanya, bukan untuk dihabiskan atau langsung dibelikan barang.

Nah, sekarang ternyata Diana sudah berhasil menghasilkan uang. Ini nggak sengaja sih. Awalnya saya hanya membuatkan mainan untuk dia sendiri karena saat ini mesin laminatingnya sudah mulai banyak menganggur karena Diana sudah tidak banyak menggunakan bahan belajar yang perlu dilaminating.

Pernah bermain dengan putren atau mainan bongkar pasang (BP) baju pada sosok boneka perempuan jaman dahulu? Nah, idenya mirip begitu sih. Tapi saya bikinnya apa saja, mulai dari princess, boneka LOL, alat transportasi, sampai hewan-hewan peliharaan juga ada. Saya googling gambar-gambar yang bagus, resolusinya tinggi dan saya pikir akan menarik untuk anak-anak.

Setelah itu saya print dan saya gunting satu per satu, lalu saya susun ke dalam plastik laminating dan digunting kembali. Diana kepikiran membeli stik es krim, lalu memasangnya dengan double tip supaya jadi semacam boneka wayang gitu.

Rupanya, tanpa saya tahu, Diana membawa mainannya tersebut keluar untuk dimainkan bersama temannya. Dan rupanya temannya lumayan tertarik dengan mainan tersebut, lantas Diana bilang, “Kalau mau, kamu beli aja!

Pulang-pulang, Diana sudah berhasil membawa pulang uang sebanyak enak belas ribu rupiah. WOW!

Ketika saya tanya dia jual berapa itu mainan ke temannya, Diana bilang macam-macam, ada yang dua ribu, ada yang seribu, ada yang limaratus rupiah. HAHAHAHAHA, gokil juga, udah bisa ngasih harga dia.

Tetapi akhirnya saya bilang ke Diana, supaya lain kali cukup dijual seribu rupiah saja per buahnya, karena kasihan teman-temannya kebanyakan dari keluarga biasa saja. Saya pikir tidak perlu mencari keuntungan dari berjualan mainan tersebut, sudah bisa berhasil menjual saja, saya sudah senang.

Dua hari berikutnya, masih laku saja mainannya. Diana pulang membawa uang sepuluh ribu rupiah dan hari berikutnya tujuh ribu rupiah.

Sekarang, mulai request ke mamanya untuk dibuatkan tema ini itu. Hadeh, Nak. Itu mainan kan dibikin kalo mamanya lagi selow, nggak banyak kerjaan. Nggak bisa cepet-cepet gitu, sekarang pesen, besok sudah jadi. Apalagi sekarang ini lagi perlu banyak waktu buat persiapan mudik, packing pakaian supaya efektif barang bawaannya. Baju-baju harus disortir lagi, dipilih-pilih dulu supaya masuk dalam satu tas saja.

Nanti setelah libur lebaran mungkin bakal dibikinin agak banyakan, biar bisa dijual juga ke teman-teman sekolahnya, kan Diana sudah mau sekolah (SD).

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

8,997 Spam Comments Blocked so far by Spam Free Wordpress

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>