Diana Senang Diajak Jalan Jalan

Dedek Diana baru berumur 3 bulan dan belum bisa jalan sendiri. Tapi bayi yang satu ini sudah terlihat senang jika diajak jalan sama orang tuanya. Nggak tanggung-tanggung lho, karena jalan jalannya bukan dengan kendaraan pribadi, tetapi dengan kendaraan umum.

Hayo, siapa yang suka mengeluh kepanasan kalau naik angkutan umum? Siapa yang menggerutu kalau angkot yang dinaiiki ngetem lama? Siapa yang manyun kalau kopajanya kebut-kebutan? Saya sudah mengenalkan itu semua ke bayi saya!

Awalnya merasa kasihan juga sih, bayi sekecil ini (eh, nggak kecil-kecil amat juga sih, beratnya sudah 7 kilogram) diajak menghirup asap knalpot yang hitam itu. Tapi ketika mencoba mengajak jalan dedek Diana dalam jarak dekat, ternyata dia nyaman-nyaman saja, saya penasaran mengajaknya dalam jarak yang lebih jauh.

Percobaan pertama ya tentu saja ke rumah orang tua yang ada di Cikarang. Dengan jarak sekitar 60 kilometer, kalau ditempuh dengan kendaraan umum ya sekitar 2 hingga 3 jam lamanya, tergantung macet dan ngetemnya seberapa lama di jalan.

Jadi dalam umurnya yang baru 3 bulan ini, bayi saya sudah merasakan yang namanya naik ojeg, naik bus AC antar kota, dan naik angkot. Diana juga sudah tahu gimana rasanya nunggu bus di pinggir jalan selama hampir satu jam. Melihat lalu lalang sepeda motor dan angkutan umum yang kejar-kejaran di jalan raya. Dan, oh iya, dia juga sudah pernah masuk yang namanya terminal! Diana malah belum pernah saya ajak jalan naik taksi, hehehe…

Hebatnya lagi, dedek Diana langsung pulang pergi dari Jakarta – Cikarang dalam 1 hari. Selama dalam perjalanan dia anteng-anteng saja nggak pernah nangis. Keren!

Hanya berdua saja (Bapaknya kerja), saya dan dedek Diana menuju Cikarang naik bus AC dari depan Ratu Plaza. Turun di pintu tol Cikarang Barat, kami harus melanjutkan perjalanan dengan menaiki angkot sejauh hampir 20 kilometer. Pulangnya ke Jakarta, naik angkotnya satu kali, dan naik bus AC turun di pintu tol Tanah Kusir.

Apa rahasianya bayi bisa anteng selama di perjalanan?

Beberapa hal ini berhasil saya praktikkan ke dedek Diana.
[1] Susui terlebih dahulu sebelum berangkat. Saya memilih memandikan bayi dan memakaikan baju yang nyaman terlebih dahulu, baru terakhir menyusui sebelum berangkat jalan. Dengan begitu, bayi dalam keadaan kenyang.
[2] Bawa perlengkapan bayi yang lengkap yang dibutuhkan selama perjalanan. Saya membawa tisu basah, tisu kering, gendongan bayi, baju ganti, popok, jaket dan kipas. Maklum, sudah tau naik angkot bakalan gerah.
[3] Ajak ngobrol bayi, atau setidaknya kita tidak capek bercerita. Mulut saya nggak berhenti ngomong. Meski dedek Diana lagi tidur sekalipun.
“Dek, tuh lihat tuh, ada mobil, ada motor…”
“Wah, mobilnya ngebut ya.. Mau ke mana sih kita ini?”
atau, cuma sekedar nyanyi bersenandung, yang penting si bayi nggak cuma didiemin bengong sendirian.

Kalau teman-teman, sudah pernah ngajak anak jalan-jalan ke mana saja?

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

7,018 Spam Comments Blocked so far by Spam Free Wordpress

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>