Diana ke Monas Lagi \m/

Akhir minggu ini, saya mengajak Diana ke Monas untuk yang kedua kalinya. Dan Diana masih ingat betul, lho, Monas itu seperti apa. Di rumah, setiap kali disebut kata Monas, pasti dia berusaha melompat tinggi, meraih emas yang ada di puncaknya.

Dan kemarin, Diana terlihat seneng banget, meskipun hanya sebentar, dan nggak bisa masuk ke dalam museum atau naik ke atas. Monas sedang dicuci setelah 20 tahun tidak dimandiin.

Jadinya, Diana cuma bisa melihatnya dari kejauhan, sambil ngadem aja di bawah pohon. Saya seneng, karena Diana ini bukan tipe anak yang pengen beli ini itu, atau nunjuk semua mainan dan jajanan di lokasi wisata. Di Monas, dia hanya pengen naik motor ukuran kecil yang memang banyak ditawarkan sebagai alat transportasi berkeliling Monas tanpa rasa cape.

Saya beri penjelasan bahwa Diana belum bisa naik itu, beberapa saat memang ngeyel pengen naik. Tapi begitu saya gendong dan alihkan perhatiannya pada hal lain, seperti ondel-ondel, Diana langsung lupa.

Oiya, ondel-ondel ini juga begitu membekas di ingatan Diana. Seneng banget dia begitu lihat ondel-ondel jalan keliling-keliling, meskipun mungkin ada rasa takut juga kalau didekati. Sewaktu pertama ke Monas dulu sih, nggak takut mendekat ke ondel-ondel, karena ondel-ondelnya sedang istirahat.

Monas juga sedang membangun taman kulinernya, semoga segera rampung, jadi wisatawan bisa wisata kuliner juga di Monas. Biar menunya bukan lagi bakso dan mie rebus melulu, hahahaha. Diana nggak saya ajak naik delman di Monas. Sudah pernah saya ajak naik delman sewaktu ke Bandung dulu.

Nggak begitu lama kami di Monas, karena Diana sudah agak lelah, seharian saya ajak mengikuti sebuah acara di Hotel Peninsula, Slipi. Saatnya pulang dan istirahat, deh.

Tulisan ini sudah 2,286 kali dibaca

One thought on “Diana ke Monas Lagi \m/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *