Co-Sleeping, Bayi Tidur Bareng Orang Tua

Seingat saya, sewaktu kecil saya tidak punya crib. Semua anak-anak Mama saya tidur dikelonin alias co-sleeping. Begitu saya hamil, penasaran juga, apakah bayi saya nantinya akan tidur dipisah di dalam crib, ataukah co-sleeping dalam satu kasur. Baca-baca banyak tulisan mengenai pro kontra yang ada soal crib dan co-sleeping ini, kok jadinya memutuskan untuk co-sleeping saja ya.

Selain ikatan antara saya dan bayi yang bisa dengan mudah dijaga, dengan co-sleeping berarti dana yang harus saya keluarkan untuk membeli perlengkapan bayi juga berkurang. Maklum, harga crib nggak ada yang murah. Apalagi kalau pengen yang ada merk-nya, pasti di atas 2 juta deh.

Jadilah dedek Diana hingga kini tidur di dalam pelukan saya, dari pagi sampai pagi lagi ada di sisi saya.

Bayi Tidur Bareng Orang Tua

Meski menidurkan bayi bersama orang tuanya dalam satu tempat tidur ada beberapa saran dan ketentuan yang sebaiknya dilakukan, ada satu yang saya langgar yaitu meletakkan bayi di antara orang yang sedang tidur. Terkadang, dedek Diana posisinya ada di tengah, di antara saya dan suami. Kadang-kadang saya tempatkan juga sih di pinggir di dekat tembok. Tergantung dari posisi menyusuinya. 😀

Resiko yang lebih tinggi sebenarnya adalah tertindih orang tuanya. Yap, terkadang faktor kelelahan membuat kita tertidur pulas dan tidak bisa mengontrol gerakan tubuh kita. Gerakan reflek tangan atau kaki bisa saja menindih bayi yang posisinya ada di samping kita. Jika bayi ada di tengah, resiko tertindih meningkat dua kali lipat.

Sejak ada dedek Diana, yang pasti tidur saya jadi sedikit terbatas ruang geraknya. Mau gerak-gerak jadi nggak bisa seperti dulu lagi. Tapi, enaknya tidur co-sleeping bareng bayi adalah gampang menyusui di malam hari. Tak perlu monitor karena begitu bayi menangis, otomatis kita langsung bisa mendengarnya dan menyusuinya. Mengganti popok juga nggak perlu turun dari tempat tidur.

Gimana, siapa yang terlihat lebih pulas tidurnya?

Related Post

Tulisan ini sudah 7,147 kali dibaca

4 comments on “Co-Sleeping, Bayi Tidur Bareng Orang Tua

  1. sy selalu tidur sm anak2 sy sejak mereka lahir.. Dan emang enak sih lebi simpel 🙂

  2. iya mbak, ada kasus di tetangga saya, anaknya ketiban mamahnya yang… beratnya 90 kilo lebih -_- dan.. bayinya megap2 lalu meninggal.. hiksss

  3. saya sih tergantung sikon aja, yang penting masih satu kamar. kadang saya taro di box bayi kadang bareng sama kita. apalagi anak ketiga, agak ribet nih karna kakaknya pengen tidur bareng, takut kena kaki dll. kalo udah di atas satu tahun masi mendingan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

11,320 Spam Comments Blocked so far by Spam Free Wordpress

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>