Cerita Kehamilan Akhir Trimester Pertama

Minggu lalu saya melakukan pemeriksaan kandungan yang kedua ke dokter spesialis kandungan dan kebidanan. Di pemeriksaan kedua ini, dokter spesialisnya berbeda dengan pemeriksaan pertama, meskipun saya periksa di tempat yang sama. Dokter terdahulu baru praktek besok, sedangkan kesibukan pekerjaan saya belum tentu cocok dengan jadwal prakteknya, ya sudahlahya, nggak papa, kan ada catatan pemeriksaan yang bisa dibaca dan ditanya sama dokternya.

Dokter yang kedua ini, surprisingly lebih eunakeun dibanding yang pertama dalam pelayanannya. Komunikatif. Jadi saya bisa banyak tanya dan dokternya bisa banyak kasih penjelasan. Beberapa hal yang disampaikannya antara lain, bahwa ada kemungkinan saya akan tetap melahirkan secara sesar seperti pengalaman melahirkan Diana dahulu. Iya, saya juga nggak akan ngeyel minta lahiran normal yang akhirnya berujung tetep sesar juga. Dari awal nanti saya akan minta sesar aja.

Lalu dokter menanyakan tentang kenaikan berat badan saya yang hanya setengah kilogram dalam waktu satu setengah bulan. Naiknya kok cuma setengah kilo? Ya gimana mau naik dokter, wong setiap saat dari bangun tidur sampai tengah malem aja saya mual terus. Nggak sampai muntah-muntah sih, tapi jadi nggak doyan banyak makanan. Lauk aja saya paling bisa tempe, tahu dan perkedel (oke, perkedel itu masuknya karbo ya, jadi ya hitung aja tempe dan tahu doang).

Yang paling bikin mual itu bau nasi, amis ikan, ayam, asap, semua jenis masakan yang mengeluarkan bau, selokan, kamar mandi, bahkan saya jadi makin sensitif sama keringat sendiri. Pengennya sehari mandi beberapa kali. Di rumah, saya hanya bisa ngumpet di dalam kamar di lantai atas, karena di bawah selalu tercium bau masakan dari warung tetangga. Bayangkan, di rumah aja saya jadi nggak bisa ngapa-ngapain demi menghindari bau-bauan yang bisa memicu mual saya makin parah.

Oleh dokter saya diberi obat anti mual, yang saya baca di internet biasa digunakan oleh pasien kemoterapi. Obat mualnya berukuran sangat kecil, tapi harganya lumayan fantastis, 200K/6butir.

Apa dengan minum obat mahal saya jadi nggak mual lagi? Ternyata tidak sodara-sodara! Nanti saya akan coba tanyakan di pemeriksaan selanjutnya. Selain obat mual, saya juga diberi vitamin ibu hamil, tetapi sekarang diganti dari folamil menjadi promavit dengan alasan lebih lengkap, mengandung DHA. Nah, yang folamil itu efek sampingnya hanya kadangkala tinja menjadi berwarna hitam, kalau yang promavit ini saya menjadi sembelit atau konstipasi! CRYYY!

Terpaksa sudah seminggu saya tidak lanjutkan konsumsi promavitnya, dan saya belum ganti dengan vitamin untuk ibu hamil lainnya. Rencana saya minggu depan saya akan konsultasikan dulu ke dokter ahli kandungan dan kebidanan.

Saat pemeriksaan kehamilan di akhir trimester pertama ini, saya kembali di USG. Kali ini lewat perut saja, bukan lewat vagina seperti yang pertama. Kondisi bayi baik, dokter juga menjelaskan bahwa pada minggu ke-11 ini adalah waktu yang tepat untuk melihat apakah bayi ada kelainan kromosom, dilihat dari tebal lehernya. Dengan ukuran 0.21 menandakan bayi di dalam perut tidak ada kelainan kromoson seperti down syndrome, contohnya. Bersyukur juga pengukuran CRL menunjukkan ukuran bayi sesuai dengan usia kandungannya dan perkiraan lahir adalah awal bulan Oktober mendatang.

Tuh kan, yang penting nggak ada masalah ya dok, kenaikan berat badan ibu yang hanya 0,5 kilogram tetapi bayi sehat normal di dalam perutnya. Teman-teman juga banyak kok yang nggak ngeh kalau saya hamil, padahal sudah masuk minggu awal trimester kedua ini.

Minggu depan saya diminta untuk melakukan tes laboratorium untuk darah lengkap dan untuk mengetahui virus HIV dan Hepatitis. Tapi karena harus puasa dulu semalam, disarankan kalau sudah tidak mual lagi. Ya paling nunggu sampai minggu depan sih, soalnya sekarang masih mual-mual. Hiks.

Sekarang ini lagi nunggu waktu luangnya bisa periksa ke dokter, karena kerjaan datang susul menyusul baik kerjaan saya maupun suami. Nanti saya cerita lagi ya kalau ada perkembangan cerita ini.

Related Post

Tulisan ini sudah 496 kali dibaca

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

12,149 Spam Comments Blocked so far by Spam Free Wordpress

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>