Perbanyak Nursing Room, Fasilitas Yang Dibutuhkan Para Ibu

Saya menyusui Diana hingga 3 tahun (lebih dikiiit) lamanya. Jangan ditanya apa saya nggak nyoba nyapihnya. Udah, dari jauh hari sebelum 2 tahun dengan berbagai metode seperti yang banyak disarankan oleh situs parenting. Tapi ternyata gagal dan molor sampai lama. Sampai akhirnya Diana berhenti sendiri nggak mau nenen lagi.

Ke mana-mana, selama Diana ngikut, pasti sudah harus siap sedia dimintai nenen. Nggak kenal tempatlah pokoknya. Mau di bus umum, naik kereta api, di dalam pesawat terbang, sampai naik fast boat-pun Diana minta nyusu. Untungnya, saya nggak malu nyusuin di mana aja. Ya ngapain harus malu kan ya? Nyusuin anak kan bukan perbuatan memalukan. Walaupun seiring dengan besar badannya yang hampir setinggi semeter, makin mencolok aja kalau nenenin anak di tempat umum. Orang makin banyak yang melirik. 

Idealnya sih ya, kalau memang mau mendukung pemberian ASI ekslusif dan ibu menyusui bayinya secara maksimal, perlu dimudahkan fasilitasnya. Salah satu, adalah dengan menyediakan nursing room yang jumlahnya memadai untuk para ibu menyusui.

Tetapi pada kenyataannya, fasilitas satu ini masih cukup langka ditemui. Pengalaman saya, hanya di mal-mal besar dan bandara saja yang ada. Di kantor saya aja nggak ada, sehingga selama lebih dari satu setengah tahun, saya pumping ASI di dalam toilet.

Satu perkembangan bagus yang saya ikuti adalah, kini sudah ada satu nursing room di stasiun kereta api kelas ekonomi di kota Jakarta. Meskipun masih panas (AC-nya nggak ada) dan isinya sekedar kursi untuk duduk menyusui di dalam sebuah ruangan berukuran sekira satu kali dua meter persegi, sudah baguslah.

Nursing Room di Dubai

Kalau lihat nursing room di luar negeri, bikin ngiler ya. Selain fasilitas buat ibu menyusui, kadang dilengkapi juga dengan areal permainan buat balita. Kenapa? Karena terkadang seorang ibu yang menyusui bayinya usia 0 hingga 2 tahun, sekaligus membawa serta kakaknya yang beberapa tahun di atas usianya. Dengan fasilitas bermain untuk kakaknya, sang ibu bisa dengan tenang menyusui adiknya. Gimana, keren, kan?

Nursing Room di Mal Jakarta

Khusus untuk mal-mal besar di Jakarta, sekarang ini sih sudah bagus fasilitas nursing room-nya. Walaupun belum semua mal ada, sih. Dan fasilitasnya juga belum sebanyak yang disediakan oleh nursing room di negara maju. Tapi nggak papalah, bayi belajar jalan juga setapak demi setapak, nggak langsung ngebut.

Harapan saya sih, nggak hanya pemerintah aja yang mikirin soal fasilitas buat busui ini. Semua pihak, seperti para pengusaha yang mempekerjakan tenaga kerja berjenis kelamin perempuan dan stake holder lainnya seperti bisnis yang bergerak di bidang ibu dan anak.

Seneng banget saya pas mampir di websitenya Cussons Bintang Kecil 4 beberapa waktu lalu saat mendaftarkan Diana buat ikutan lomba, saya jadi tahu kalau Cussons juga concern sama kebutuhan ibu menyusui ini.

Dari setiap peserta lomba #CBK4, Cussons bakalan nyumbangin Rp. 500,- buat membangun nursing room sebagai fasilitas umum. Keren! Makanya saya langsung semangat ngirim video Diana ke #CBK4. Doain semoga menang ya. Hihihihi.

Cussons Bintang Kecil
Habis berenang, Diana mandi pakai sabun Cussons dan pakai cologne dong, biar wangi. 🙂

Diana habis berenang.

Saya juga punya harapan, nggak cuma mal saja yang ada nursing roomnya, tapi juga tempat bermain anak-anak hingga tempat olah raga. Semoga nggak seperti mimpi di siang bolong ya. Harapan bagus ini pengennya nggak lama lagi bakalan terwujud. Aamiin.

Oiya, kalau mau ikutan mendukung pembangunan fasilitas nursing room ini, bisa dimulai dengan satu langkah mudah, ikutan CBK 4, yang infonya bisa didapat melalui  Facebook, Twitter dan Website ini ya. Yuk, rame-rame ikutan! 🙂

(Sumber gambar: nursing room di Dubai, sumber gambar: nursing room di Indonesia)

Tulisan ini sudah 1,483 kali dibaca

6 thoughts on “Perbanyak Nursing Room, Fasilitas Yang Dibutuhkan Para Ibu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *