10 Ide Bekal Sekolah Untuk Anak TK dan PAUD

Hiyah, sok iye bener ya saya, ngasih-ngasih ide bekal ke sekolah untuk anak TK dan PAUD, padahal masih pemula banget di bidang ini. Ya nggak papa lah ya buibuk. Namanya juga blogger yang apa aja ditulis. *bikin pembenaran*

Ini bekal yang saya kasih ke Diana ya, anak saya yang saat ini sekolah TK. Bekalnya mungkin agak ribet karena beberapa ide ini pakai tempat bekal Yumbox yang terdiri dari 6 sekat. Dengan wadah 6 sekat, berarti juga harus berfikir menyiapkan 6 macam masakan/kudapan ke dalamnya.

Tapi ini juga cuma ide ya buibuk, nggak perlu dicontek plek. Saya juga seringnya dapet ide pas lihat-lihat bekal mommy-mommy di Instagram yang mbawain buat anaknya ke sekolah. Lalu saya bikin catatan, kira-kira makanan atau jajanan apa yang Diana doyan dan suka. Nggak semua makanan juga kan cocok dengan lidah dan kebiasaan makan anak. Ya, siapa tahu ada yang nggak ngasih ciki-cikian makanan ber-MSG, permen dan coklat ke anaknya. Continue reading “10 Ide Bekal Sekolah Untuk Anak TK dan PAUD”

Cerita Mudik Lebaran Tahun Ini

Mudik Lebaran tahun ini, kami naik kereta api ekonomi, baliknya ke Jakarta baru naik kereta bisnis. Karena udah biasa naik kereta api ekonomi, ya biasa-biasa aja sih, nggak ada kekhawatiran Diana bakal nggak nyaman. Terjauh naik kereta ekonomi itu waktu libur Lebaran tahun lalu, sebelum ke kampung mampir dulu ke Batu.

Libur tahun ini nggak bisa terlalu lama, cuma 12 hari, jadi kami nggak jalan-jalan dulu, langsung pulang kampung aja.

Berangkat dari rumah naik taksi dan sesampainya di Stasiun Senen, kaget karena bayarnya jauh lebih murah dari tahun lalu. Tahun lalu kalau nggak salah tarifnya sekitar seratus lima puluh ribu rupiah, padahal jalanan lancar. Tahun ini cuma habis sembilan puluh ribu rupiah aja, padahal sepanjang jalan macet. Kok aneh ya? Malah turun drastis ongkos taksinya?
Continue reading “Cerita Mudik Lebaran Tahun Ini”

Little Chef Wonder, Mengasah Hobi Memasak Sejak Dini

Sewaktu nerima undangan dari Little Chef Wonder, ada dua rasa, senang sekaligus was-was. Seneng, kapan lagi bisa ngajak anak ‘maen masak-masakan’ didampingi tenaga profesional? Was-was, karena belum yakin Diana sudah bisa ngikutin acara semacam itu.

Ya sudahlah, untuk tahu hasilnya memang harus dicoba terlebih dahulu, kan?

Sabtu sore, 6 Juni 2015 sekitar jam 15.00 saya ajak Diana meluncur ke The Space, Senayan City. Sampai di sana, acara baru saja dimulai untuk sesi ketiga. Diana saya ajak masuk, ealah, malah muter-muter nggak mau ikutan acara masak-masak. Belom tertarik blas.

Diana maen megablocks

Jadinya sesorean maen megablocks. Nggak bosen-bosen memang kalau udah nyusun-nyusun maenan yang satu itu. Saya juga sambil sedikit mengamati Diana saat bermain di tempat umum, memakai barang yang bukan miliknya. Ternyata sudah pas. Nggak pakai acara maen rebutan dengan yang lain. Diana memilih mainan yang sedang tidak dipakai oleh yang lainnya. Kalaupun terlihat pengen banget sama mainan yang sedang dipegang anak lain, masih bisa saya kasih pengertian kalau mainannya harus gantian. Gutjob, Nak!

Little Chef Wonder

Sementara itu, di dalam ruangan, kakak-kakaknya yang berumur 6 sampai 12 tahun, sedang belajar masak-memasak, menjadi seorang chef di acara Little Chef Wonder. Acara ini menghadirkan beragam aktifitas kuliner yang bisa merangsang rasa ingin tahu anak dan berinteraksi sosial dengan teman-temannya.

Little Chef Wonder mengenalkan berbagai jenis makanan sehat, pemahaman akan nutrisi dan pengenalan jenis bahan makanan kepada anak-anak. Kegiatan ini memang diadakan untuk merangsang anak agar bisa mengembangkan kemampuan mereka selanjutnya di rumah.

Terdiri dari 10 kelas masak, yaitu: Pizza Pioneer (belajar membuat adonan pizza dan mengolahnya menjadi sweet pizza dengan topping buah-buahan), Pasta Maker (belajar membuat pasta dan mengolahnya menjadi masakan), Cake Wizard, Cookies Creator, Pastry, Sushi (belajar membuat handroll sushi), Shake ‘N Shake (belajar meramu milkshake yang bernutrisi), Fruit and Veggie (belajar soal nutrisi dan cara membuat fruit satay), Food Lab (belajar mengenai molecular gastronomy, yaitu mengolah makanan secara scientific), dan Lolita’s Candy FactoryFood Detective, Food Photography, House of Mistery Food (di sini anak diajarkan untuk mengenal ragam buah dan sayuran, mengenal tekstur makanan serta mencicip berbagai macam rasa), Photo Booth, dan Artsy (food painting dengan buah dan sayur-sayuran).

Kalau Diana sudah agak gedean dikit, mau ah diikutin acara-acara keren kayak gini. Biar nggak pegang gadget muluk, minta dibukain Youtube.

Saya lihat di dalam kelasnya juga dibatesin maksimal 20 anak ya, jadi nggak ribet dan bertumpuk-tumpuk kebanyakan anaknya gitu. Dan orang tua yang mendampingi, disediakan tempat duduk di luar ruangan untuk menunggu. Yap! Selama 2,5 jam anak menjadi little chef, mamanya cuma dikasih kesempatan masuk 5 menit doang buat foto-foto anaknya. Ya pastinya mau pamer berbagi foto anaknya di socmed kan ya? 😆 😆

Biaya untuk mengikuti satu sesi Little Chef Wonder kemaren Rp. 185.000,- Kapan akan diadakan lagi? Sila apdet informasinya di website atau twitternya ya.