Cerita Kehamilan Akhir Trimester Pertama

Minggu lalu saya melakukan pemeriksaan kandungan yang kedua ke dokter spesialis kandungan dan kebidanan. Di pemeriksaan kedua ini, dokter spesialisnya berbeda dengan pemeriksaan pertama, meskipun saya periksa di tempat yang sama. Dokter terdahulu baru praktek besok, sedangkan kesibukan pekerjaan saya belum tentu cocok dengan jadwal prakteknya, ya sudahlahya, nggak papa, kan ada catatan pemeriksaan yang bisa dibaca dan ditanya sama dokternya.

Dokter yang kedua ini, surprisingly lebih eunakeun dibanding yang pertama dalam pelayanannya. Komunikatif. Jadi saya bisa banyak tanya dan dokternya bisa banyak kasih penjelasan. Beberapa hal yang disampaikannya antara lain, bahwa ada kemungkinan saya akan tetap melahirkan secara sesar seperti pengalaman melahirkan Diana dahulu. Iya, saya juga nggak akan ngeyel minta lahiran normal yang akhirnya berujung tetep sesar juga. Dari awal nanti saya akan minta sesar aja.

Continue reading “Cerita Kehamilan Akhir Trimester Pertama”

Pengalaman Naik Kereta Api Jakarta-Klaten PP Saat Hamil Muda

Meskipun kehamilan anak kedua ini lebih repot dari saat hamil Diana dulu, tapi secara umum saya merasa sehat. Benar, saya mengalami mual-mual yang amat sangat dan badan terasa lebih mudah lelah, tapi di luar itu semuanya baik-baik saja.

Makanya pada saat ada keperluan yang mengharuskan saya pulang kampung, saya memutuskan untuk naik kereta api saja sendirian. Oke, ini sebenarnya melanggar banyak aturan KAI, tapi saya sendiri baru tahu tentang aturan tersebut, makanya saya menulis ini, hehehe.

Karena hamil muda, saya membeli tiket kereta api eksekutif Senja Utama Solo (Pasar Senen-Klaten PP @370.000). Biasanya, saya cukup membeli yang kelas ekonomi seharga dua ratus ribuan, tetapi karena bangkunya kurang nyaman posisinya untuk ibu hamil, saya memutuskan membeli yang lebih nyaman di kelas eksekutif.

Continue reading “Pengalaman Naik Kereta Api Jakarta-Klaten PP Saat Hamil Muda”