Buka Puasa Di Tepi Pantai Indrayanti Gunungkidul

Setelah puas menemani Diana bermain air di Pantai Slili Gunungkidul (ceritanya bisa dibaca di sini), tiba waktunya untuk berbuka puasa untuk suami.

Berbuka puasa di Pantai Slili jelas tidak mungkin. Tak satupun warung membuka jualannya. Bahkan untuk membersihkan diri di toiletpun tidak bisa karena semua fasilitas tutup.

Ya, salah satu kelemahan berwisata di hari kerja di bulan puasa memang begini. Tidak ada fasilitas yang kita temukan di pantai yang tidak begitu ramai. Tetapi kelebihannya, kita bisa puas berwisata di tempat yang sangat sepi, sehingga foto tidak bocor, hahahaha.

Ya sudah, dengan badan masih basah, kami menuju Pantai Indrayanti, pantai yang jelas jauh lebih ramai, sehingga masih ada satu dua fasilitas yang bisa dipakai.

Diana dan suami membersihkan diri, sedangkan saya memesan makanan untuk berbuka puasa. Dari menu yang ditawarkan, memang tidak selengkap menu makanan di tepi Pantai Jimbaran Bali, misalnya. Tetapi soal harga, tentunya jauh lebih ramah di kantong meskipun harga yang diberikan ya harga makanan di tempat wisata.

Sambil menunggu makanan datang, pengunjung bisa menikmati keindahan senja di tepi Pantai Indrayanti. Kami berbuka puasa dengan minum es teh manis yang kami pesan terlebih dahulu. Untuk makanannya, karena dimasak sesuai dengan pesanan, tentu saja harus menunggu sekitar setengah jam dari waktu order. Hehehe, suami jadi agak molor nih buka puasanya, soalnya memang Diana mepet banget mendekati waktu berbuka puasa baru mau selesai main air basah-basahan di Pantai Slili.

Saya sungguh suka pengalaman makan di tepi Pantai Indrayanti kemarin. Lagi-lagi karena momentnya pas. Kami datang di saat pantai sangat sepi, tidak ada pengunjung lain yang berwisata, selain satu keluarga yang akhirnya datang sekitar pukul 18.00 untuk makan malam juga di tepi Pantai Indrayanti.

Suasana pantai yang sepi, senja yang syahdu ditemani ombak dan tiupan angin pantai perlahan, sungguh perpaduan yang sempurna untuk menemani santap malam yang lain dari pada biasanya.

Saya memesan satu porsi nasi goreng kampung, satu porsi cumi kalamari, satu porsi cah kangkung dan satu porsi tempe mendoan. Ditambah dengan dua nasi putih dan dua es teh manis. Harganya tidak sampai dua ratus ribu rupiah. Jika tak salah ingat, hanya Rp. 147.000,- saja tepatnya.

Soal rasa makanan sih tidak begitu istimewa, biasa saja, tapi pengalamannya ini yang menyenangkan, bikin bahagia.

Terutama karena Diana makan sangat lahap dengan cumi goreng tepungnya. Kayaknya 3/4 porsi sendiri dihabiskan sama Diana, deh! Saya sendiri, sedikit menyesal karena lupa pesan nasi gorengnya pedes. Dikasihnya nasi goreng tanpa cabe sama sekali, hiks…

Setelah selesai berbuka puasa di Pantai Indrayanti, kami bergegas kembali ke penginapan. Karena niatnya memang rada staycation yah, nggak banyak kegiatan wisatanya, jadi kami menghabiskan malam dengan kruntelan bertiga saja di atas kasur. Cerita tentang penginapannya, nanti ya di tulisan lain. Rencananya juga nanti akan cerita soal budget mudik Lebaran juga. Mudah-mudahan nggak cuma wacana ya. Hahahaha.

Related Post

Tulisan ini sudah 4,764 kali dibaca

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

10,516 Spam Comments Blocked so far by Spam Free Wordpress

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>