Biarkan Anak Asyik Sendiri, Emaknya Masak

Seminggu belakangan ini Diana sakit. Flu dan demam biasa, tetapi pernah panasnya sampai 40 derajat. Agak lama sakitnya, karena berputar di semua isi rumah, saya dan bapaknya juga. Menyedihkan, karena semua hidung meler, tenggorokan sakit dan batuk, badan demam, dan harus saling menjaga, karena semuanya sakit.

Kalau sudah begini, saya merindukan saat-saat di rumah semuanya ceria dengan kegiatan masing-masing.

Saat nggak ada yang sakit, semua kegiatan berjalan lancar. Saya masih bisa bekerja. Suami juga. Anak meskipun ada yang momong, masih sempet sedikit dipegang di sore hari. Kadangkala kami biarkan saja ngerecoki komputer, dan memilih mengerjakan tugas yang lain yang tidak berhubungan dengan online.

Seperti saya yang belakangan ini mulai (belajar) memasak. Hayah, terdengar nggaya sekali ya?

Saat ada waktu luang, saya menelusuri Youtube dan blog-blog milik para emak tukang masak. Mengagumi kreatifitasnya dalam memasak dan mengambil gambarnya. Saya yang baru mulai mencoba, merasa salut, karena memasak sambil memotret itu melelahkan!

Dan saya jadi merasa ilmu saya di dunia perpotretan ini sangatlah alay betul. Bisanya memakai mode auto doang. Sampai-sampai, begitu melihat hasil foto makanannya jelek, ujung-ujungnya tustelnya yang disalahkan. 😆

Ah, biarin deh. Yang penting, meskipun kesibukan bekerja (yang hanya pencitraan ituh), mengurus anak, dan mengurus suami, saya masih sempet eksis kopdar, hadir di acara launching, dan tentunya nulis blog berbayar.

Ini kembali mencoba menulisi blog ini, karena beberapa lama sama sekali tidak tersentuh. Boro-boro nulis soal Diana. Ngurusin yang pada sakit (termasuk saya sendiri) aja bener-bener pusing. Keadaan rumah belum normal. Masih setengah teler semua, dan Diana juga masih setengah rewel. Tapi karena ada waktu 30 menit dan saya kangen buka dashboard, maka jadilah tulisan ini.

Saya nggak ngerti ini tulisan apa intinya. Ya begitulah pokoknya, jaga kesehatan ya. 😉

Semoga minggu depan sehat semuanya.

Tulisan ini sudah 3,633 kali dibaca

5 thoughts on “Biarkan Anak Asyik Sendiri, Emaknya Masak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *