Bermain di Taman Bermain Anak

Bermain di Taman Bermain Anak

Saya sudah geregetan aja pengen ngajak ke taman bermain untuk anak, tetapi kayaknya Diana masih kekecilan ya, karena umurnya belom ada 9 bulan. Emang bayi 9 bulan bisa ngapain aja kalau diajak ke taman bermain? Apa nggak sayang bayar mahal-mahal, sedangkan dia belum bisa menikmati?

Saya terus terang ngiri sekali membaca blognya mama-mama blogger di luar negeri sana [terutama di Amerika], bahwa mereka bisa saja setiap hari mengajak anak mereka bermain ke taman bermain kota mereka dengan gratis. Tak jarang di sebuah kota [yang tak terlalu besar sekalipun], ada lebih dari satu taman bermain.

Saya langsung membayangkan seandainya Jakarta juga punya yang seperti itu. Di mana kita bisa membawa bayi dan anak-anak bermain sepuasnya di sebuah taman yang bersih dan rapi, yang tentu saja gratis biaya aksesnya. Nggak usah muluk-muluk banyak permainannya dan canggih-canggih deh, yang penting aman dan nyaman aja buat anak-anak dan bayi.

Mimpi? Bisa jadi.

Bermain di Taman Bermain Anak

Yang sering saya lihat, paling adanya di mall. Itupun bayar. Yang gratisan ada juga sih, tapi nggak banyak pilihan. Dan namanya juga gratis, jadi jangan membayangkan taman bermain yang nyaman, hehehe…

Sekali waktu saya ajak Diana makan di sebuah restoran cepat saji yang ada taman bermainnya, Diana terlihat bisa juga berinteraksi dengan anak-anak balita yang ada di sana. Diana memang senang kalau ada banyak anak-anak. Kebetulan rumah simbahnya juga jadi semacam tempat berkumpulnya balita-balita tetangga rumah bermain-main, jadinya banyak temen deh setiap hari.

Sayangnya, kalau mainan yang dibeliin di rumah, kok sepertinya Diana cepet sakali bosen ya? Baru dipegang sebentar, udah dilepas lagi, ditaroh begitu aja. Jadi kan sakit hati rasanya kalau ngeluarin duit mahal-mahal buat beli mainan sendiri, toh akhirnya dicuekin doang! :mrgreen:

Saya menahan diri buat beliin banyak mainan untuk Diana. Paling-paling punya boneka beberapa saja. Dan kolam renang plastik tentunya, biar bisa olah raga secara rutin: berenang sejak bayi.

Sisanya? Mainan murah meriah yang beli di toko deket rumah. Belum sempat fotoin sih, karena Diana kalo sudah mainan harus full diperhatiin, ambil-buang-ambil-masukin mulut-buang-merangkak-ambil barang lain-masukin mulut begitu seterusnya.

Related Post

Tulisan ini sudah 3,161 kali dibaca

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

12,543 Spam Comments Blocked so far by Spam Free Wordpress

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>