Berat Badan Cepet Turun Pasca Hamil

Dedek Diana sudah berumur 6 minggu, dan sampai sekarang alhamdulillah masih minum asi. Sisa cuti saya masih satu bulan setengah lagi, karena memang sampai hari terakhir mau melahirkan saya masih masuk kerja. Mudah mudahan lancar terus ya proses menyusui saya.

Yang agak menghawatirkan, nanti setelah saya masuk kerja lagi, asinya seperti apa. Memompa asi di kantor yang tidak memiliki ruangan khusus, turut menghantui pikiran saya menjadi negatif. Ah, sudahlah. Sebisa mungkin yang paling penting sampai saat ini asi saya masih lancar.

Celana Jins Sebelum

Meski belum menimbang badan sejak hampir sebulan yang lalu, saya kok punya keyakinan berat saya sudah di bawah berat awal sebelum saya hamil ya. Berat awal saya 47 kilogram, dan sekarang saya merasa berberat badan 45 kilogram..

Nggak pakai diet-dietan segala lho, pasca melahirkan. Cuma dengan menyusui bayi dan mengerjakan semua tugas ibu rumah tangga sendirian, ternyata mempercepat pengembalian berat badan ke semula. Padahal nggak sempat masak sendiri dan makan tiap hari jajan. Menu masakan warung memang membuat lebih mudah bosan sih, dan akhirnya menurunkan selera makan. Bahkan kalau nggak inget lagi menyusui, saya milih buat makan roti aja terus.

Bicara soal makanan dan produksi asi, harusnya kan makanan saya bergizi seimbang. Ini boro-boro mau seimbang, kalau buat makan aja malas. Pagi hari saya minum air putih, roti tawar plus keju, ditambah dengan teh manis atau kopi. Makan nasi saat siang dan malam hari doang. Sayurnya berkisar dari sop, asem atau tumis sawi dan toge. Lauknya antara ayam goreng atau ikan bawal atau telur ayam. Camilannya biskuit yang ada coklatnya semacam timtam atau yang ada kejunya semacam ritz.

Mungkin selera makan yang tetep stabil itu kali ya, yang bikin berat saya cepet balik normal. Kalau denger cerita ibu-ibu menyusui lainnya kan mereka bilang selera makan jadi heboh, makanya menyusui jadi pembenaran kalau berat badan mereka nggak turun-turun. Padahal kuncinya sederhana, menyusui sambil ngerjain semua urusan rumah tangga sendiri, dan tetap menjaga jumlah makanan yang masuk. Produksi asi saya tetep juara banget kok, meski makanan yang masuk ke perut tak seberapa. Buktinya, Dedek Diana tetep endut dan jadi bayi yang sehat dengan minum asi.

Yang paling penting kalau berat badan bisa turun ke semula, lebih irit, nggak perlu beli banyak baju baru. Nggak sabar ke luar rumah pakai jins. 🙂

Related Post

Tulisan ini sudah 5,352 kali dibaca

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

11,286 Spam Comments Blocked so far by Spam Free Wordpress

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>