Berani Makan/Minum Tanpa Gigi Ngilu? Just Say It!

Bener-bener beruntung saya bisa hadir dalam Sensodyne Just Say It Blogger Meet Up di Turkuaz Minggu 10 Maret 2013 kemarin. Dari narasumber, drg. Bambang Nursasongko, SpKG dan drg. Ariandes Veddytaro (GSK Dental Detailing Manager, GlaxoSmithKline Indonesia Consumer Healthcare), saya jadi tahu lebih banyak dari sebelumnya soal seluk beluk gigi sensitif.

Selama ini sih ya, saya jarang sekali merasakan kesensitivan gigi saya. Meskipun jarang minum air es, tapi kalau diminta minum ya biasa saja. Makan coklat jarang juga, tapi kalau ada yang ngasih ya bakalan saya embat. Makan pempek nggak terlalu suka, tapi kalau ada yang nraktir dengan senang hati pasti saya terima. Bakso dengan kuah super panas? Saya bisa mendadak rakus kalau abang tukang bakso langganan yang kuahnya gurih itu lewat di depan rumah.

Dari chill test yang diadakan saat meet up, terbukti gigi saya memang tidak masuk ke dalam gigi sensitif. Kaget juga saya saat dihampiri oleh Ernest Prakasa (MC) yang menantang saya melakukan chill test. Untung hasilnya gigi nggak ngilu. Alhamdulillah ya, sesuatu banget. Berarti saya tidak masuk ke dalam 45% dari orang Indonesia yang merasakan ngilu karena gigi sensitif. Dan data Ipsos Indonesia 2011 menyatakan ada 52% orang yang tidak menyadari kalau mereka memiliki gigi sensitif.

Oke, sampai di sini sudah ada yang penasaran belum, giginya masuk ke dalam gigi sensitif atau tidak? Gampang. Nggak perlu lama-lama penasaran dan ke dokter gigi terlebih dahulu. Buat meyakinkan, lakukan chill test segera. Caranya? Ambil segelas air putih, kemudian masukkan beberapa buah es batu sampai air benar-benar dingin. Kemudian, gunakan air tersebut untuk kumur-kumur selama beberapa saat sebelum kemudian ditelan.

Gimana? Ngilu atau enggak?

Kalaupun ngilu, nggak usah malu, banyak temennya. Yang penting, kalau sudah tahu bahwa giginya masuk ke dalam gigi sensitif, ya segera memeriksakan ke dokter gigi dan melakukan perawatan dengan benar, supaya tidak semakin parah. Jangan sampai menganggap enteng gigi sensitif, karena rasa ngilu akibat gigi sensitif bisa menimbulkan dampak yang serius bagi kesehatan kita.

Biar nggak terjadi mispersepsi soal gigi sensitif, ada baiknya sih kita semua tahu tentang gejala, penyebab, dampak, mitos dan fakta, serta solusi perawatan gigi sensitif. Ini bukan saya mau gaya-gayaan menggurui ya.. Sekedar meneruskan berbagi ilmu yang saya dapat saat hadir di Sensodyne Just Say It Blogger Meet Up dari drg. Bambang Nursasongko, SpKG dan drg. Ariandes Veddytaro .

Gejala yang paling sering ditemui pada penderita hipersensitif dentin atau gigi sensitif adalah munculnya rasa ngilu pendek yang tajam saat mengkonsumsi makanan atau minuman dingin. Bisa juga muncul pada saat menyikat gigi atau berada di udara yang dingin. Gigi sensitif bukan penyakit, hanya saja ada perubahan pada struktur gigi dan gusi, yaitu penipisan lapisan email (lapisan terluar gigi) atau penurunan gusi.

Email gigi yang menipis menjadikan dentin (lapisan tengah gigi) terbuka. Dentin terhubung dengan syaraf gigi melalui tubula (tabung kecil berisi cairan). Jika terkena rangsangan (panas, dingin, manis, asam, atau gabungan) cairan tubula akan bergerak dan menyebabkan ujung syaraf bereaksi. Itulah penyebab rasa ngilu pada gigi sensitif. Menyikat gigi terlalu kuat (terkadang sampai bulu sikat gigi jeprak, megar awut-awutan, hehehe…) dan menggertak-gertakkan gigi adalah beberapa kebiasaan yang dapat menyebabkan terjadinya gigi sensitif.

Trus, mencegah gigi sensitif gimana caranya?

  • Jaga kebersihan gigi, rajin sikat gigi dua kali sehari, dong. Oh iya, kalau sikat gigi itu sebaiknya 30 menit setelah makan, lho. Kenapa? Karena setelah makan, kondisi dalam mulut masih asam. Kalau buru-buru disikat, jadi mudah rapuh dan cepet rontok, deh!
  • Pakai pasta gigi khusus untuk gigi sensitif. Apa tuh? Ya Sensodyne pastinya. Ada 8 varian yaitu: Repair and Protect, Rapid Relief, Fresh Mint, Gentle Whitening, Gum Care, Cool Gel, Original Flavor, dan Total Care. Kalau pagi gunakan pasta gigi yang mengandung Potassium Nitrate (KNO3) karena bisa memberikan efek yang membuat gigi nyaman sepanjang hari. Baru pada malam hari, sebaiknya menggunakan pasta gigi yang memiliki kandungan Strontium Chloride (SrCl2) untuk melindungi gigi saat tidur dengan cara menyumbat tubula.
  • Pakai sikat gigi dengan bulu lembut, dan jangan terlalu kuat menekan gigi ya, supaya emailnya nggak rusak.
  • Miliki kebiasaan makan yang tidak terlalu ekstrim. Bergantian makan minum dari panas ke dingin atau sebaliknya pada saat yang bersamaan, dapat menyebabkan gigi sensitif. Hindari makanan yang terlalu asam.
  • Rajin ke dokter gigi untuk cek kesehatan gigi dan konsultasi. Nggak perlu takut, 6 bulan sekali ya ke dokter giginya. Etapi dokter gigi yang cakep kayak dokter Andes, ada yang tau prakteknya di mana? #abaikan

Yang seru dari Sensodyne Just Say It Blogger Meet Up kemarin, selain bagi-bagi ilmu (terima kasih, Sensodyne), ada game menarik dengan hadiah voucher MAP. Tantangannya adalah makan panas, dingin dan asam bergantian. Cekidot keseruannya di video berikut:

Pemenangnya adalah Emak-emak Blogger, Haya Aliya Zaki. Yeay! *ikut seneng meski cuma jadi supporter*

Ngiler? Pengen hadiah juga? Tenang. Sensodyne bagi-bagi 5 buah iPhone, 50 Samsung Galaxy S3 Mini dan 500 paket premium Sensodyne dengan cara yang sangat gampang. Tinggal klik justsayit.sensodyne.co.id dan #justsayit makanan/minuman yang ditakuti karena memicu gigi sensitif. Jangan lupa follow @gigingilu juga biar apdet informasi seputar gigi sensitif. Ikutan yuk daripada nyesel nantinya. Berani Makan/Minum Tanpa Gigi Ngilu? Just Say It!

64 thoughts on “Berani Makan/Minum Tanpa Gigi Ngilu? Just Say It!

  1. Ah jadi inget kadang-kadang kalau minum eskrim atau minuman yang dingin banget jadinya sedikit ngilu, ternyata gigiku sensitif juga. Jadi sekarang rutin gosok gigi pakai Sensodyne biar ga takut lagi sama gigi ngilu..

    1. Iya.. Ayo, ikutan. Eh, lagi sekolah di luar negeri yak, kalau menang hadiahnya buat saya aja.. 😳

    1. Toss!! Kita masuk ke dalam 55% orang Indonesia yang giginya normal.

      Eh, kamu masuk hitungan atau enggak ya, soalnya di Belanda. 😀

  2. Untunglah gigi saya gak ada yang ngilu,benar juga point ini Mbak :

    Jaga kebersihan gigi, rajin sikat gigi dua kali sehari, dong. Oh iya, kalau sikat gigi itu sebaiknya 30 menit setelah makan, lho. Kenapa? Karena setelah makan, kondisi dalam mulut masih asam. Kalau buru-buru disikat, jadi mudah rapuh dan cepet rontok, deh!

    Kadang hal ini selalu saya perhatikan jangan asal menggosok gigi,karena ada aturan supaya gigi tidak cepat rusak atau bisa rapu.

    1. Hehehe, sudah tahu dari dulu ya, kalau menyikat gigi sebaiknya diberi jeda dari waktu makan? Saya seringnya langsung, buru-buru ngejar waktu ke kantor. 😀

  3. saya kadang2 aja ngilu, apalagi kalo habis makan/minum panas trus langsung kena yang dingin2 ataupun sebaliknya. tapi saya ampir tiap hari minum air es Insya Allah nggak masalah mbak. :Approve:

    1. Mantaap! Kalau perubahan ekstrim dari panas ke dingin, atau sebaliknya, memang bisa memicu gigi sensitif.

  4. 45% orang Indonesia bergigi sensitif? Wow banyak juga ya …
    Btw, mak dari blog saya koq menyapa saya dengan mas? 😀
    Sy kan mak-mak juga 😀

  5. Ah .. bingung saya mak. Di blog saya, namanya Gie Wahyudi koq ngelinknya ke sini ya? *garuk2 kuping* Itu di atas ada yang komen namanya Gie Wahyudi ….
    Salah naruh link kali dia ya …
    Gie Wahyudi ini yang nyapa saya “Mas” dan ngelinknya ke sini mak Is 😀

    1. Hehehe, nggak usah bingung, Mak. Coba ke Giewahyudi dot Com, dan baca headernya. Siapakah, dia?

      Dimaklumi aja ya, soalnya kami masih ganti-gantian pakai laptop dan komputernya. Maaf dia nggak ngenalin Mak Mugniar laki atau perempuan, siwer nggak lihat bionya, katanya.

  6. Heya, kontes SEO atau apa ini mbak? Tapi keren deh, ifonya banyak banget yang berguna, saya juga sudah pakai pasta gigi yang buat gigi ga bener gini, tapi bukan sensodyne, nyoba kali ya?

    Salam kenal sebelumnya mbak 🙂

    1. Kontes Justsayit ini cuma jawab satu pertanyaan aja: makanan apa yang bisa bikin gigi kamu ngilu? Bukan kontes SEO sama sekali. 😀

  7. makasih mba atas sharenya.. kalau saya minum es malah favorit hehe kalau ke gigi mungkin gak gitu pengaruh ya tapi saya baru tahu kalau gosok gigi harus setelah 30 menit soalnya kalau dah sarapan biasanya saya langsung gosok gigi mbak dan berangkat kerja..

    1. Sama.. Itu juga saya baru tahu. Tunggu 30 menit dulu supaya suasana dalam mulut sudah kembali normal, jadi gigi nggak mudah aus. 😉

  8. Saran membangun buat sensodyne, iklannya pas ngomong iru mbok dikasih backsound musik gitu deh.. biar balance dan gak terkesan kosong..

  9. Tips-tips nya untuk mencegah gigi sensitif sangat bermanfaat, apalagi buat anak saya yang masih seang makan coklat dan minuman dingin.
    Ditunggu info selanjutnya 🙂

  10. Dulu saya pernah merasakan gigi ngilu sampe bengkak, pernah sy coba sensodyne dan lmyn agk berkurang dan sampe skrng alhamdulillah tdk terasa lg *ini pengalaman ya bukan promosi 🙂

  11. Nggak masuk kategori gigi sensitif sih tapi kayanya sih lidah sensitif, kalo makan yang panas2 gitu lidah suka mati rasa, apalagi panas + pedes :p

  12. Aku juga pakai pasta gigi untuk gigi sensitif nih. Rasanya enak saja di gigi. Kadang pasta juga bisa bikin gigi ngilu, jadi harus tepat pilihan kan ya.

  13. Wah gigiku termasuk neh kyaknya, sering ngilu kalo minum Es, Apa lag akhir akhir ini gigi muyeng terus, Mau cabut gigi masih belon berani(Kok Curhat :D)….
    Harus di coba Tips2 Di atas.. Makasih Mba Is

  14. Congrats ya mba Isnuansa kereeeen deh kamu jd pemenang Konten Terbaik dari Sensodyne, aaaaaak pnyku ga menang hiks… sedih deh,, but anyway, congrats again to you~ 🙂

    salam kenal dari myfunfoodiary.com ^^)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *