#BedaAnakBedaPintar; Semua Anak Pintar dan Bisa Bersinar Dengan Caranya Sendiri

8 Kepintaran Pada Anak

Seneng banget hari ini (1 Oktober) saya bisa hadir di acara #BedaAnakBedaPintar persembahan S-26 Procal GOLD di Kempinski, Hotel Indonesia. Pemahaman saya tentang multiple intelligences jadi makin banyak. Merasa bersalah sama diri sendiri sih, soalnya pernah gemes sama Diana yang telat banget ngomongnya. Meskipun hanya dalam hati, pastinya membandingkan dengan anak-anak orang lain yang sudah lancar berbicara bahkan sejak sebelum berusia 15 bulan, sedangkan Diana baru mengucapkan kata pertamanya saat usianya 25 bulan!

Duh, sebagai emak-emak, gimana sih rasanya ketar-ketir takut anaknya tertinggal jauh kemampuannya, sedangkan di sisi lain, saya merasa Diana PASTI normal, karena sejak sebelum satu tahunpun sudah bisa menunjuk seluruh bagian tubuhnya dengan benar ketika saya tanya sambil berbisik-bisik sebelum tidur (artinya pendengarannya sangat baik, dan pasti dia bisa menirukan suara). –Alhamdulillah sekarang udah bisa tersenyum lebar emaknya, Diana udah bisa tampil menyanyi di depan umum saat usianya 3 tahun.

Di acara #BedaAnakBedaPintar ini hadir Profesor Thomas Armstrong, Ph.D.,  seorang ahli di bidang multiple intelligences. Armstrong mendorong para orang tua untuk mengenali 8 jenis kepintaran pada anak, sekaligus belajar untuk memberikan stimulasi yang sesuai dengan kepintaran yang mereka miliki. Dari 8 jenis kepintaran tersebut, masing-masing anak akan unik, berbeda satu dengan yang lainnya, bahkan untuk anak kembar sekalipun. Ada anak yang excellent hanya di satu bidang, ada yang punya 2, ada yang punya 3 ada pula yang punya banyak sekaligus.

8 kepintaran pada anak tersebut saya coba ketik ulang ya daripada yang baca tulisan ini jereng-jereng melototin gambar di atas. HAHAHAHA. Ini kopas doang ya dari gambar di atas, jangan protes.

  1. Number Smart, tertarik pada angka, matematika, sains, hal-hal yang berhubungan dengan logika, menanyakan hal-hal seperti “Mengapa langit berwarna biru?” Alat stimulasi: Benda-benda untuk dihitung, balok bertuliskan angka-angka, timbangan untuk mengukur berat, gelas ukuran, komputer, puzzle dan abacus. Aktivitas stimulasi: main monopoli, mengunjungi museum ilmu pengetahuan.
  2. Self Smart, cenderung senang bermain sendiri, tahu dia mau jadi apa saat besar nanti, punya rasa percaya diri yang kuat dan bisa mengkomunikasikan perasaannya. Alat stimulasi: tempat yang nyaman untuk bermain sendiri, materi untuk hobi khusus, boneka dan materi untuk permainan peragaan. Aktivitas stimulasi: ajak si kecil berbicara tentang perasaannya, melakukan aktivitas untuk mengurangi stres seperti yoga.
  3. People Smart, suka bermain dengan teman-temannya, memiliki empati, suka memimpin, bisa memahami perasaan orang lain. Alat stimulasi: kostum untuk main drama, istana boneka, action figure, boneka teater. Aktivitas stimulasi: bermain bersama di luar rumah, datang ke acara perayaan keluarga dan main games bersama.
  4. Music Smart, suka bernyanyi, menggoyangkan badan mengikuti irama, memainkan instrumen musik, mendengarkan musik, mengingat lagu. Alat stimulasi: instrumen perkusi, keyboard elektrik, drum, piano atau instrumen musik lainnya. Aktivitas stimulasi: bernyanyi atau main musik bersama, mendengarkan musik bersama dan menonton konser.
  5. Picture Smart, suka menggambar, seni, suka berimajinasi, bermain mambangun sesuatu menggunakan balok. Alat stimulasi: buku gambar, alat-alat menggambar (cat, kapur warna), malam, mainan puzzle, kamera. Aktivitas stimulasi: menggambar bersama keluarga, menonton film, mengunjungi museum seni.
  6. Body Smart, suka menciptakan sesuatu dengan tangan, suka berolahraga, menari, menyentuh benda-benda dan mempelajarinya. Alat stimulasi: kantong pasir, balok-balok kayu, peralatan senam, tali untuk main lompat tali, perlatan pertukangan untuk membangun sesuatu. Aktivitas stimulasi: berolahraga bersama keluarga, membuat prakarya, menonton pertunjukan balet, atau menonton teater.
  7. Nature Smart, suka berada di alam, menyukai binatang, dapat menggolongkan tanaman, mengoleksi dedaunan, peduli terhadap lingkungan alam dan kesadaran ekologi. Alat stimulasi: akuarium, terarium, binatang peliharaan, kebun, tanaman dalam ruangan, alat teropong untuk melihat burung-burung. Aktivitas stimulasi: jalan-jalan di alam bebas, memelihara binatang, berkebun bersama.
  8. Word Smart, suka membaca, menulis, berbicara dan mendengarkan cerita. Alat stimulasi: buku anak-anak, majalah yang dapat digunting, huruf alpabet dalam berbagai ukuran dan bentuk, dan mainan blok bertuliskan kata-kata. Aktivitas stimulasi: kegiatan bercerita, membaca bersama, melakukan dialog percakapan.

Nah, meskipun anak kita terlihat menonjol di satu atau hanya beberapa kepintaran, jangan hanya kepintaran tersebut saja yang distimulasi secara maksimal ya, karena bisa saja memang pada saat ini kepintaran tersebut belum muncul, tetapi pada saat tepat akan langsung melejit. Biarin anak menemukan kepintarannya sendiri, tugas orang tua adalah mendampingi sambil memperhatikan aktivitas apa yang menarik dan dipilih oleh anak. Berikan kesempatan sebebas-bebasnya untuk bermain, karena dengan bermain kita lebih mudah menemukan kemampuan khusus yang dimiliki oleh anak.

Perkaya pengalamannya. Terkadang orangtua lebih mudah berasumsi bahwa anaknya tidak pintar di salah satu area hanya karena si anak tidak menunjukkan minat. Kasih kesempatan kepada anak jika mereka berbuat kesalahan, karena melalui kesalahan itulah anak akan belajar mengambil risiko dan menemukan kemampuan pembelajaran khususnya.

Sering bertanya kepada anak akan menjadi pintu pembuka untuk mengetahui apa yang menarik minatnya. Anak dan orang tua bisa menemukan jawabannya bersama-sama. Jangan terlalu memaksa anak untuk belajar. Tugas orang tua untuk menyemangati, tetapi bukan dengan cara mengirimkannya ke berbagai kursus setiap hari yang mungkin malahan bisa membuat anak menjadi stres.

Jika anak mencapai kesuksesan tertentu, bagikan ceritanya kepada keluarga. Energi positif dari berbagi cerita akan hal-hal yang baik yang telah terjadi dapat meningkatkan kepercayaan diri anak. Tetapi jangan mudah menyuap anak dengan hadiah-hadiah ya. Memberikan insentif agar anak meraih sesuatu juga menjadikan pembelajaran akan kepintaran tersebut menjadi mubazir.

Dengarkan cerita anak. Apa yang menjadi minatnya atau hal yang sangat ia pedulikan yang mengalir melalui ceritanya, dapat memberikan petunjuk tentang kemampuan spesialnya. Dan terakhir, hindari membandingkan anak kita dengan anak yang lain.

*** 

Trus, kalau anak hobi nonton yutub, itu masuk kepandaian apa deh? #eh

Related Post

This entry was posted in Info.
Tulisan ini sudah 1,660 kali dibaca

One comment on “#BedaAnakBedaPintar; Semua Anak Pintar dan Bisa Bersinar Dengan Caranya Sendiri

  1. kalau gitu cari video youtubenya yang mengandung edukasi hehehe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

12,577 Spam Comments Blocked so far by Spam Free Wordpress

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>