Bayi Bisa Dibedong Pakai Kain

Soal pro kontra membedong bayi untuk meluruskan kaki, saya tak akan banyak melawan orang tua yang mengatakannya begitu. Percuma, mereka kan tidak mengikuti ilmunya, jadi hanya percaya ilmu yang diturunkan oleh orang tuanya. Tapi ya yang pasti, kadangkala saya membedong bayi saya juga, sesuai dengan kebutuhan.

Kebutuhan? Yap. Tujuannya kan menciptakan suasana nyaman buat bayi seperti saat di dalam rahim, dan meminimalkan efek kejut (hynogogic startles) yang masih sangat banyak saat bayi berumur sampai dengan satu bulan, dan akan berkurang dengan sendirinya, tapi tidak hilang karena orang dewasa seperti kita pun mengalaminya.

Nah, soal membedong ini, punya manfaat tambahan buat saya. Ketika bayi bertambah gemuk, dan kita harus mengangkatnya saat akan menyusui, hmmmm, ibu-ibu yang sudah merasakan pasti akan senyum-senyum membayangkan rasanya. Kalau bayi gerak-gerak, ditambah nipple kita lagi bermasalah [lecet, misalnya], combo deh rasanya. Tangan pegel-pegel dan payudara sakitnya minta ampun. Ohya, khusus saya, bukan combo lagi kalau kaki bayi sampai menendang bekas operasi sesar! :mrgreen:

Kalau hanya membedong untuk ngasih asi, biasanya saya memasangnya agak longgar. Tapi kalau membedong saat dia tidur, lebih ketat karena untuk menjaga efek kejut bayi itu tadi, supaya nggak bangun melulu dan bayi lebih lelap. Kalau tidurnya nggak keganggu, berarti pertumbuhan otaknya juga bagus, kan?

Tapi bukan berarti setiap kali tidur, Dedek Diana saya bedong. Cuma kalau rewel aja pas mau tidur, biasanya pules kalau dibedong. Sering juga saya coba bedong, pas sudah selesai dia berontak dan nendang-nendang terus, itu berarti saatnya bedong saya lepaskan.

Kain Bedong Bayi

Bedong Kain Bayi Dedek Diana

Trus, gimana cara membedong bayi? Saat-saat awal, saya memperhatikan Mama [simbahnya Dedek Diana] ngasih contoh. Trus saya praktek dan langsung bisa. Pas datang kakak sepupu saya, rupanya cara dia membedong lain lagi, lebih kenceng. Saya juga bisa ngikutin. Lalu, datang adiknya suami, eh, lain lagi caranya. Dan saya praktekin juga bisa. Jadi, ya selang seling aja, mana yang saya pakai, hahaha…

Kain untuk membedong bayi, yang pertama saya beli di Cipulir. Ternyata kainnya gede dan tebel ya, karena bahannya dari flanel. Nggak cocok kalau buat di daerah yang udaranya panas. Kalau di kamar yang ada AC-nya sih nggak ada masalah. Kalau lagi tidur suka saya pakein kain bedong yang itu.

Dan ternyata, kain jarik yang sehari-hari saya gunakan buat nggendong Dedek Diana juga bisa dipakai mbedong. Malah hasilnya lebih kenceng dan nggak gerah. Tapi karena kainnya panjang, jadi jangan sampai ya diulang-ulang muterin badan bagian atas dengan kain. Cukup sekali aja, biar bayi nggak sesak napas, trus sisa kainnya baru dililitin berulang-ulang di bagian kaki. Keren juga kan Dedek Diana dibedong dengan kain jarik?

Saya iseng cari harga swaddle [bedongan bayi yang ala barat gitu], modyar, harganya di atas Rp. 200.000,- semua. Bayi bule mahal juga ya perawatannya. 😆

Tulisan ini sudah 8,220 kali dibaca

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *