Batita Mulai Mogok Tidur Siang

Seperti biasanya, saat simbahnya Diana yang biasa momong setiap hari (tante saya) berhalangan, saya selalu ‘memanggil‘ bala bantuan. Siapa lagi kalau bukan simbahnya Diana yang asli alias mama saya. 😀 Anak durhaka banget ya saya, bukannya saya yang ngunjungin mama, malah tiap saat mama yang harus stand by dan mau dateng ke rumah kalau saya butuh bantuannya, hehehe…

Nah, justru karena ada simbahnya di rumah ini, jadi sepanjang hari Diana bisa bermain di rumah sendiri. Masalah yang biasa mengikutinya adalah: nggak mau tidur siang. Hari pertama simbahnya datang, nggak mau tidur siang, sehingga saat saya pulang kerja langsung masuk kamar, menyusu sebentar, dan pules. Emaknya yang jadi sedih, karena nggak bisa nguyel-uyel bayinya. 😥

Hari kedua, sejak siang hari saya selalu komunikasi dengan suami yang mengabarkan Diana bermain terus sepanjang hari. Padahal bangunnya sejak pagi sekali, dan nggak mau istirahat. Waduh, saya khawatir juga, sehingga ketika ada kesempatan buat kabur dari kantor pulang cepet,  saya langsung pulang. Lumayan, meskipun hanya sebentar, Diana sempat bobo sore.

Yang begini nih, yang bikin jadwal tidurnya jadi berantakan. Dan saya yang makin repot, karena harus menyesuaikan diri lagi. Harusnya bisa nyuci baju, setrika dan lain sebagainya, harus mengatasi anak yang emosian dan rewel. Apapun yang saya dan suami lakukan, pasti nggak sesuai dengan kemauannya. Padahal dia belom bisa ngomong. Jadilah menerjemahkan ah uh suara dia, dan berakhir dengan tangisannya. Kalau stok sabarnya nggak dobel, bisa-bisa ikutan frustasi deh jadi orang tua. 😆

Bayi Susah Tidur?

Ah, mungkin ini cuma fase transisi aja sih, dari kebiasaan dua kali tidur di siang hari, menuju satu kali tidur. Tapi Diana masih galau, harus tidur jam berapa, jadinya bablas deh malah nggak tidur siang. 😆

Saya baca, memang bisa jadi balita itu akan susah tidur siang, dan tidak perlu terlalu dipaksa untuk itu. Yang penting, tetep istirahat, dalam artian melakukan kegiatan yang tidak terlalu mengeluarkan banyak tenaga, seperti membaca buku atau tidur-tiduran sambil nonton tipi. Perlu diingat, bahwa kebutuhan tidur balita ini masih 13 jam ya, jadi ya tetep aja dihitung, harus memenuhi jumlah itu. Paling bagus sih memang tetep tidur siang ya, meskipun hanya sebentar.

Hari ini, hari ketiga simbahnya ada di rumah, saya sudah khawatir aja kalau Diana bakalan nggak tidur siang lagi. Saya coba gtalk suami, kok akunnya nggak aktif. Ternyata setelah bisa komunikasi, suami kasih kabar kalau Diana tidur siang 2 jam di atas stroller.

Itu gambar di atas waktu strollernya baru dibeli. Tagnya aja belom dilepas, udah dipake tidur pules. Kalau tadi, sebelum bisa tidur di stroller, suami bawa jalan-jalan dulu cari lauk. Pas di tengah jalan, eh, kok tidur. Ya udah, sampai rumah diayun-ayun aja tuh stroller maju mundur, biar kayak lagi dijalanin, biar tidurnya pules. Okesip, ini juga jadi nemu kunci baru, kalau susah tidur siang, ajak jalan pakai stroller. Sipdeh.

Tulisan ini sudah 3,937 kali dibaca

3 thoughts on “Batita Mulai Mogok Tidur Siang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *