Batita Belajar Mewarnai Begini Jadinya

Kalau tembok kamar sih, jangan ditanya gimana penampakannya. Sejak umur setahun lebih dikit atau hampir setahun setengah, kali ya, waktu bisa memegang pensil dengan benar, Diana sudah memulai petualangannya menggambar di tembok kamar. Kebetulan saya punya stok pulpen dan krayon yang lumayan banyak dan belum terpakai sejak Diana masih bayi.

Lama-lama tembok makin penuh coretan, dan ‘tantangan’ buat nyoretinnya semakin berkurang. Yang diincer sekarang tembok di ruang tengah. Udah mulai sekali dua kali saya nggak perhatian ke Diana, tau-tau udah berwarna-warni aja temboknya.

Kalau dikasih kesempatan buat nyorat-nyoret di atas kertas, entah kenapa Diana kok kayaknya nggak tertarik, ya? Padahal saya ada dua sketchbook yang bagus, dapet dari gudibek waktu dateng ke acara blogger gathering, lho.

Sampai akhirnya di suatu hari yang nggak terlalu sibuk (hehehe, emangnya pernah sibuk, ya?) saya print beberapa gambar buat Diana warnai. Saya udah mbatin, namanya juga baru pertama belajar mewarnai, pasti ada saja nanti masalahnya. Kertas disobeklah, kertas ketumpahan minum atau makananlah, dan sebagainya. Makanya saya nggak terlalu berharap percobaan pertama bakalan sukses.

Belajar Mewarnai Pada Batita

Hasil Mewarnai Batita

Benar saja, dari berlembar-lembar yang saya berikan ke Diana untuk diwarnai, hanya beberapa saja yang sukses. Yang paling kesel justru karena ada beberapa gambar yang dijadikan ajang kolaborasi antara Diana dan bapaknya. Ini bapaknya kayak masa kecil kurang bahagia aja, Diana yang dikasih ‘mainan’, malah bapaknya yang rajin mewarnai. 😆

Jadi hasilnya kan nggak orijinel lagi. Kelihatan banget kalau ada ‘peran’ orang dewasa di gambar itu. Yang saya upload ini aja juga ada tuh, hasil mewarnai bapaknya Diana (di bagian bulatan dan gigi sponge bob).

Ya lumayanlah ya hasil dari belajar mewarnai Diana ini… Saya sengaja beralih ke gambar di atas kertas, karena kalau pakai aplikasi di iPad kok kurang mantep ya hasilnya, meski bisa discreenshot juga…

Satu yang Diana belom bisa adalah masih kurang fokus sama satu macam kegiatan dalam waktu yang relatif lama. Jadi gampang bosenan, gitu. Baru 5 menit mewarnai, udah pengen joget-joget buka lagu di iPad, trus pengen mainan boneka, dan sebagainya. 🙂

Related Post

Tulisan ini sudah 2,364 kali dibaca

5 comments on “Batita Belajar Mewarnai Begini Jadinya

  1. awalnya begini tapi ini proses kreatif ya mbak

  2. hehehe…..masih batita sudah memperlihatkan kepintarannya, ditunggu kunbalnya bu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

11,379 Spam Comments Blocked so far by Spam Free Wordpress

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>