Asyiknya Bermain Water Beads Di Rumah

Sepertinya hanya sederhana sekali ya, Buibu, mainan water beads, tapi gunanya banyaaaak, lho. Dari satu kegiatan ini saja, anak bisa belajar beberapa ketrampilan sebelum akhirnya nanti mereka sekolah. Water beads adalah salah satu media sensori peraba yang bagus untuk anak usia mulai 2 tahun kali ya. Kalau lebih kecil dari itu, harus benar-benar diawasi, karena anak-anak bisa jadi masih memasukkan apa saja ke dalam mulutnya.

Anak seusia Diana sudah tidak penasaran lagi memasukkan benda-benda ke dalam mulutnya. Jika sudah diberitahu bahwa benda ini tidak boleh dimakan, dia sudah bisa mengerti, sehingga aman memberikannya sebagai media belajar sensori tanpa pengawasan 100% dari orang tuanya.

Memencet-mencet water beads

Ketika awal-awal saya berikan, water beads dipencet-pencet dengan tangan oleh Diana. “Mama, ini bisa hancur ya?” tanyanya. Tentu bisa Nak, saya jawab. Kalau dipencet dengan keras, pasti akan hancur. Lalu saya biarkan saja Diana memainkan water beads-nya tanpa instruksi. Saya hanya menyediakan sebuah sendok, sebuah tweezer dan sebuah botol di depannya.

Memasukkan water beads ke dalam botol

Lalu mulailah Diana memasukkan water beads-nya ke dalam botol dengan menggunakan tangan. Proses menggenggam ini sebuah latihan yang baik lho, buat bekal nanti kemampuannya menulis. Melatih motorik halusnya, karena ketrampilan menggenggam tentu dibutuhkan saat memegang pensil dengan benar.

Karena water beads ini licin, tidak semua bisa dengan baik dimasukkannya ke dalam botol. Beberapa jatuh menggelinding ke lantai. Anak juga bisa belajar konsep benda bulat yang bisa menggelinding sampai jauh. Diana karena keasyikan memasukkan water beads ke dalam botol, “memerintah” mamanya untuk mengambilkan yang jatoh-jatoh. Hahaha.

Tidak sabaran memasukkan water beads.

Selain itu, memasukkan water beads ke dalam botol juga melatih kesabaran. Supaya cepat penuh, Diana mencoba menggenggam satu genggaman buesar. Tetapi akibatnya justru semakin banyak yang berlarian. Ini bagus buat belajar sebab akibat juga. Kalau pegang banyak-banyak, malah lama karena jatuh semua. Lebih baik sedikit-sedikit, tapi pasti masuk.

Tentu saya diamkan saja, tidak saya paksa untuk mengambil sedikit-sedikit. Padahal ya udah gatel sih mulut mamanya mau komentar. Tapi kalau mau anak biar belajar mandiri dan menyadari kesalahannya sendiri, ya biarkan saja.

Sudah belajar dari kesalahan. Pegang water beadsnya sekarang sedikit.

Tuh, pelan-pelan juga dia akan belajar sendiri. Megang water beads secukupnya saja, supaya lebih mudah dimasukkan ke dalam botol. Sampai tahap ini, Diana masih cuek sama sendok dan tweezer-nya. Belum dicoba megang dua alat itu. Masih tangan aja yang dipakai terus.

Mencapit water beads dengan tweezer.

Tapi akhirnya penasaran juga mencoba tweezer. Cara kerjanya hampir mirip sumpit kan, ya. Diana mencoba menjapit water beads dengan tweezer, tapi nggak bisa. Ya kan emang licin. Jadi langsung menyerah dan digeletakin lagi.

Memakai sendok water beads.

Setelah botolnya hampir penuh, baru deh Diana penasaran memakai sendok buat memasukkan water beads ke dalam botol. Hasilnya, menggelinding lagi. Jadi sendoknya juga ditaroh lagi, nggak jadi dipakai.

Bekas permainan water beads.

Setelah selesai memasukkan semua, rupanya main water beads di rumah ini mengasyikkan sekali buat Diana. Dia main tuang dan masukkan beberapa kali. Tentu juga sebagian sambil diremas-remas ya, karena water beads ini menggemaskan, kenyal-kenyal empuk, gitu. Tak lama kemudian, dua orang temannya lewat, diajaklah sama Diana main water beads. Terbukti, kan, Diana ini menonjol di kecerdasan interpersonalnya, karena dia memiliki banyak teman dan supel dalam bergaul. Diana juga senang bermain dalam sebuah kelompok.

Berinteraksi dengan teman-temannya tidak ada kesulitan yang berarti bagi Diana. Setiap kali mempunyai mainan atau makanan, dengan senang hati dia akan membagikannya dengan teman-temannya. (Psstt, kalau mau mengetahui apa saja kecerdasan yang menonjol pada anak kita, teman-teman bisa cek di website Morinaga MI Play Plan, lho!)

Main water beads di dalam air.

Asyik banget bertiga mengobok-obok air mencari water beads di dalamnya. Bersaing siapa yang mendapatkan water beads paling banyak. Kalau sudah asyik main sendiri begitu, mamanya enak deh, bisa online tanpa diganggu. #eh

Tulisan ini sudah 1,816 kali dibaca

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *