ASIP Untuk Dedek Diana Selama Ditinggal Kerja

Asip Asi Perah 2

Jujur, saya bukan emak-emak yang rajin merah asi, karena beberapa alasan. Yang utama, saya nggak mau menyimpan asip terlalu lama. Itu makanya saya nggak membeli freezer khusus buat menyimpan asip. Cukup lemari es Samsung satu pintu yang saya punya selama ini, toh, juga jarang saya gunakan menyimpan banyak barang. Karena lemari es ini satu pintu, otomatis isi frezzer-nya juga nggak begitu luas, jadinya cuma bisa menampung sampai 30 botol kaca minuman vitamin 1000 mg itu.

Saat memulai menyetok asip, pertama kali yang saya lakukan adalah membersihkan lemari es. Saya keluarkan semua isinya, saya cuci bersih, keringkan dan khusus menggunakannya untuk menyimpan asip di freezer. Di rak bawahpun, hanya barang-barang yang masih tertutup saja seperti minuman botol dan beberapa makanan tertutup yang saya simpan. Sama sekali tidak memasukkan makanan matang, buah-buahan dan sayur mayur ke dalam kulkas.

Asip Asi Perah 1

Soal botol penyimpanan asip, mungkin bakalan ada yang protes karena tutupnya saya tidak menggunakan tutup karet, tetapi masih tetap tutup botol kaca minuman suplemen aslinya. Mudah-mudahan sih nggak mempengaruhi kualitas asip yang saya simpan ya. Sebelum digunakan saya mencucinya dengan air mendidih kok, meski tidak saya rebus di atas kompor.

Di kantor atau di manapun saya ke luar rumah, sekarang harus selalu nenteng breast pump, dan ngacir ke toilet [kalau nggak ada ruangan khusus untuk mompa asi] setiap minimal 3 jam sekali. Lebih dari 3 jam, payudara rasanya sangat keras dan nggak enak sekali. Bahkan nggak jarang baju saya basah terkena rembesan asi, padahal sudah memakai breast pad di dalamnya.

Saya bersyukur, produksi asi saya berlimpah, padahal nggak pernah makan daun-daunan seperti daun katuk supaya asinya banyak. Sayuran aja kayaknya njarang yang hijau-hijau, karena makan siang paling sayur sop, makan malam nggak jauh-jauh dari tumis kacang atau tumis kangkung. Malah saya lebih sering makan roti, sambil minum kopi. :mrgreen:

26 botol yang terkumpul itupun nggak bakalan habis selama saya masih rutin bisa mompa asi saat ke luar rumah. Berangkat kantor antara jam 09 sampai 10 pagi, dedek Diana sudah saya susui terlebih dahulu sebelum ditinggal. Dengan 4 botol asip yang isinya berkisar antara 80 hingga 140 ml per botol, dedek Diana anteng sampai saya pulang lagi jam 18.30 sampai rumah.

Asip yang saya hasilkan saya masukkan freezer, kemudian asip di dalam freezer dengan tanggal terlama saya keluarkan di kulkas bagian luar supaya mencair untuk diberikan esok harinya. Mudah-mudahan lancar ya, sampai dedek Diana berusia 6 bulan nanti. Aamiin.

Tulisan ini sudah 12,897 kali dibaca

6 thoughts on “ASIP Untuk Dedek Diana Selama Ditinggal Kerja

  1. wah mantab mbak, aku sih belum sampe nyetok asip gitu, karena produksi asi baru cukup untuk diminum langsung. maklum anak cowok, minumnya banyak banget, sekali nenen sampe 2 jam lebih..

    oia mbak, itu ngasih asip nya pake dot apa sendok ya? sebentar lagi cuti saya habis, jadi harus siap2 nyetok asip juga 🙂

    1. Dedek Diana dari hari pertama lahir sudah bisa minum asi lewat sendok, jadi kalo sendok dia udah pinter nggak usah ngajarin. Tapi akhirnya pilih pakai dot. Takutnya kalau pakai sendok nggak telaten yang ngasihin, trus banyak yang tumpah-tumpah. Yoweslah akhirnya dipilih dot pigeon, langsung mau dan bisa tanpa belajar (di blog orang suka saya baca belajarnya dua minggu dan kadang bayi menolak).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *