Diana Berani Menginap Sendiri di Rumah Simbahnya

Diana itu termasuk sangat jarang saya ajak ke rumah simbahnya. Alasannya jauh. Bekasi aja udah di luar planet, kan? Apalagi Cikarang coret. Ribet kalau harus ke sana naik kendaraan umum. Hahahaha, kebanyakan alasan ya, padahal kalau traveling ke luar kota mau dan nggak nganggep ribet.

Diana traveling ke Medan.
Diana di Istana Maimun

Selama ini simbahnya aja yang saya suruh minta ke rumah kalau kangen sama cucunya. Kan mereka punya mobil, jadi lebih gampang kalau pergi-pergian, dibandingkan saya yang harus gotong-gotong Diana ke sana. 

Nah, kemaren ini simbahnya jemput Diana ke rumah. Seperti biasa, Diana semangat kalau diajak nginep di rumah simbahnya. Udah beberapa kali nginep sendiri (tanpa kami orantuanya ikut), tetapi biasanya cuma bertahan satu malam doang. Padahal berangkatnya semangat sekali, minta dibawakan baju untuk dua atau tiga hari.

Saya sih seneng-seneng aja Diana berani nginep sendiri di rumah simbahnya, meski kalau malam ya merasa kehilangan juga dan jadi susah tidur emaknya, HAHAHAHA.

Berikut saya kutip dari Parenting, beberapa manfaat jika anak menginap di rumah simbahnya:

  • Anak jadi lebih mandiri, karena ia diberi kesempatan untuk berjauhan dari orangtua.
  • Anak jadi lebih percaya diri, karena ia tahu ia dianggap mampu.
  • Anak belajar mengatasi ketakutan karena berjauhan dari orangtua.
  • Anak lebih mengenal kakek-nenek sebagai pribadi yang berbeda dari kedua orangtuanya.
  • Wawasan anak meningkat, khususnya tentang kehidupan orang yang lebih tua.
  • Anak dan kakek-nenek bisa menjalin kedekatan lebih baik.
  • Anak belajar tata cara/aturan yang mungkin sedikit berbeda dengan di rumah.
  • Dengan segala perbedaan yang ada, anak belajar beradaptasi/menyesuaikan diri.

Yang terakhir ini, Diana bertahan 3 hari 2 malam di rumah simbahnya. Rekor baru. Kalau sampai 3 malam sih, sayanya mungkin yang udah nggak kuat, pasti saya telpon simbahnya Diana supaya anak dibalikin, hihihi.

Pulang dari rumah simbah di hari Selasa siang, saya masih di kantor, tiba-tiba suami telpon. Yang ngomong langsung Diana sambil nangis-nangis kenceng, “Mama, Diana kangeeenn Mamaaaa….”

“Iya, Nak, Mama juga kangen, tapi tunggu ya, Mama nanti pulangnya cepet…”

HAHAHAHA. Kangen juga sama mamanya dia.

 

Tulisan ini sudah 1,714 kali dibaca

One thought on “Diana Berani Menginap Sendiri di Rumah Simbahnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *