Anak Kedua, Pakai Barang Lungsuran Kakaknya Aja?

Hiks, hiks, untuk kasus kakak beradik yang jarak kelahirannya dekat, mungkin bisa. Tetapi kalau kayak Diana dan adiknya yang jarak usianya 7 tahun, mana bisa?

Hampir semua barang yang dulu dipakai sama Diana, saat ini sudah nggak ada sama sekali. Hanya ada beberapa barang yang sampai saat ini masih bisa dipakai ulang sama calon adiknya. Beberapa barang yang bisa dilungsurkan antara lain:

Breast Pump

Asip Asi Perah 2

Ini barang yang harganya paling lumayan, tapi masih ada dan bisa dilungsurkan. Alasannya karena sepupu Diana kebanyakan pada minum sufor, nggak full ASI. Jadi Breast Pump-nya waktu itu nggak dikasihkan ke adik saya.

Tapi saya yang nggak terlalu PD nanti ASI masih ada nggak ya buat diperah? Dulu sih Diana masih ASI sampai usia 3 tahun, adiknya ini nanti mudah-mudahan ASI saya masih berlimpah juga ya.

Clodi

Clodi Dedek Diana

Ini juga jumlahnya masih lumayan banyak, meskipun beberapa sudah sempat saya kirimkan untuk keponakan.

Tapiii, kemungkinan juga barang ini dipakainya malah lebih jarang daripada jaman Diana dulu, soalnya sudah rencana bakal selang seling sama popok sekali pakai demi kewarasan saya. Tenaganya harus dibagi antara urus anak, kerjaan domestik rumah tangga dan kerjaan kantor.

Dulu jaman anak masih satu Diana, tenaga saya masih berlebih, jadi sepulang kerja masih sempat cuci clodi sampai bersih. Besok, kakaknya sudah masuk sekolah, dari subuh saya sudah harus memasak bekal, waktu saya menjadi semakin terbatas.

Gendongan Bayi

Gendongan Bayi Bobita Wrap

Ini juga awet banget ternyata. Sudah dilungsurkan ke dua keponakan, masih bagus sampai sekarang, dan nantinya juga bakal dikembalikan ke saya lagi untuk adiknya Diana.

Baik Bobita wrap maupun Bobita Carrier-nya masih bakalan bisa dipakai menggendong si kecil dengan baik. Asyik. Menghemat pengeluaran banget.

Kayaknya hanya tiga barang itu saja deh yang masih nampak keberadaannya di rumah. Selain itu sudah nggak ada bekasnya lagi. Semua harus dibeli ulang untuk anak kedua nanti.

Jika sebagian besar orang tua justru santai saat kehadiran anak kedua, saya malah kebalikannya. Perlu banyak membaca dan belajar lagi karena sudah banyak yang lupa dan nggak tahu caranya. Perlu banyak belanja lagi, semua barang untuk anak kedua malah sepertinya lebih banyak yang baru.

Dulu sewaktu Diana, malah sempat dapat baju-baju lungsuran dari kakak sepupunya. Tapi ini sekarang dua sepupu yang paling berdekatan dengan si calon bayi malah berjenis kelamin laki-laki, jadi baju-bajunya juga kemungkinan kecil untuk dapat dilungsur.

Minggu depan saya berencana belanja keperluan bayi di sebuah toko di Bintaro. Sudah bikin list-nya, semoga nggak banyak barang yang dibeli akibat laper mata ya.

Soalnya beberapa waktu lalu saya justru sudah belanja beberapa barang kebutuhan bayi secara online gara-gara barangnya lucu seperti topi bayi, sepatu bayi rajut, dan matras bayi. Hehehehe.

Sampai ketemu di postingan selanjutnya. Nanti saya cerita hasil perburuan barang bayinya dapat apa saja.

Related Post

Tulisan ini sudah 2,258 kali dibaca

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

10,516 Spam Comments Blocked so far by Spam Free Wordpress

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>