Anak Bisa Belajar Membatik di Museum Tekstil

Museum Tekstil adalah museum terakhir yang pernah saya datangi dari 3 museum yang masuk dalam unit pengelola museum seni Jakarta. Dua sebelumnya adalah Museum Wayang dan Museum Seni Rupa dan Keramik.

Meski sudah terlalu sering melewatinya, hati saya nggak pernah tergerak untuk mampir. Kalaupun sudah mentok pengen jalan dan nggak tahu harus ke mana lagi, yang paling sering saya lakukan tetep saja pilih ke taman. Atau mengajak Diana ke RPTRA.

Tapi sehari setelah pemilihan umum yang bikin lumayan muak melihat media sosial kemaren, saya pasrah saja dibawa ke Museum Tekstil. Ya sudahlah, daripada baca timeline terus dan bikin kepala makin berasap, yakan?

Kedatangan kami di Museum Tekstil berbarengan dengan rombongan 2 buah bus besar berisikan anak-anak SD (yang kalau dilihat dari badannya sudah kelas besar ya, entah kelas 5 atau 6 gitu deh). Jadi museum lumayan rame juga saat itu.

Tiket masuk dibayarkan di depan, kepada dua orang berseragam satpam, sebesar lima ribu rupiah per orang. Diana belum diminta untuk membayar.

Kalau baca dari sejarahnya, Museum Tekstil ini belum terlalu tua ya, baru didirikan tahun 1976. Bangunannya sendiri sudah berdiri sejak awal abad 19 sih, yang dibuat oleh seorang berkebangsaan Perancis, lalu dijual kepada menantu Konsul Turki, dan pada tahun 1962 dikuasai oleh Departemen Sosial.

Setelah diserahkan kepada Pemerintah Daerah DKI Jakarta, bangunan yang sedianya digunakan untuk gedung arsip, oleh Ali Sadikin diputuskan untuk Museum Tekstil.

Masuk ke dalam Museum Tekstil, langsung disambut oleh hawa yang adem. Selain atap bangunan yang tinggi yng memang membuat suasana nyaman, AC seluruh ruangan juga berfungsi dengan baik, jadi nyes gitu begitu kali melangkah masuk.

Berbagai macam koleksi seperti alat tenun, kain tenun, batik, bahan baku kain, pewarna dan proses pembuatannya satu per satu kami lihat. Kalau saya sih semua udah nggak asing lagi ya, wong sekolah 5 tahun mempelajari itu semua, hahahaha.

Yang di luar dugaan, Diana malah seneng banget lho, sama Museum Tekstil ini. Semua sudut dilihatnya. Dikelilingi dan diperhatikan. Ya tapi namanya juga anak belom 7 tahun ya, palingan lihat-lihat aja sih, sambil tanya-tanya.

Selesai berkeliling dari Galeri Batik, saya ajak Diana ke bagian belakang, tempat workshop batik. Pas tanya bayarnya di mana, ternyata di depan, di satpam di pintu masuk. Ya sudah, bolak balik jadi kami ke depan untuk membayar dulu, setelah itu baru mengikuti workshop membatik.

Biaya per orang untuk mengikuti workshop membatik adalah Rp. 40.000,- sudah meliputi bahan dan hasilnya bisa dibawa pulang.

Pertama, Diana diminta untuk memilih motif yang akan dibuat menjadi batik. Meskipun batik, motif yang tersedia tidak hanya motif yang biasa dipakai untuk kain batik saja, kok. Diana memilih gambar kelinci untuk belajar proses membatiknya.

Gambar dipindahkan motifnya ke atas kain dengan cara dijiplak. Sebenarnya kalau anak mau menggambar sendiri juga bisa kok, tapi Diana memilih menjiplak saja.

Setelah itu, langsung mengaplikasikan malam ke atas kain menggunakan canting. Bagian yang sudah digambar tadi, dilapisi dengan malam pada kedua bagian kain, yaitu depan dan belakang. Tujuannya untuk menghalangi pewarna kain saat kain dicelupkan ke dalam larutan zat warna.

Anak hanya belajar sampai memberikan malam di kain ya. Nanti saat kain dimasukkan ke dalam larutan naftol dan ke dalam pewarna serta proses pelorotan, anak diperbolehkan melihat, tetapi dikerjakan oleh staf Museum Tekstil.

Diana seneng bisa belajar membatik. Siapa yang pengen juga?

Related Post

This entry was posted in Liburan.
Tulisan ini sudah 2,106 kali dibaca

One comment on “Anak Bisa Belajar Membatik di Museum Tekstil

  1. Pingback: Kembali Mengunjungi Taman Mini - Hallo Diana! | Parenting and Lifestyle Blog

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

9,641 Spam Comments Blocked so far by Spam Free Wordpress

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>