Ajak Anak ke Kebun Raya Bogor Naik Kereta Api

Ada yang selalu saya tunggu di akhir pekan (kalau pas lagi nggak ada kerjaan, hihihi) yaitu ngajak Diana jalan-jalan. Saya selalu seneng melihat binar mata Diana pas lagi ditanya, “Diana mau jalan-jalan jauh?

Ehm,” jawabnya. Sambil mengangguk.

Yasudah. Saya putuskan mengajaknya ke Kebun Raya Bogor akhir minggu lalu. Kebetulan adik saya juga bersedia menemani, paslah.

Membangunkan Diana di pagi hari saat akan diajak jalan-jalan itu nggak susah. Yang susah adalah membuatnya tidur cepet. Rupanya, penyakit susah tidur menjelang keberangkatan jalan-jalan itu nggak cuma didominasi orang dewasa ya. Bayipun juga sama.

Saya dan adik sepakat bertemu di stasiun Pasar Minggu saja jam 08.00 pagi. Dan ini adalah pengalaman saya juga pertama naik commuter line. Dulu sih udah lama banget pernah juga naik odong-odong dari Cikarang ke Senen atau Kota, tapi itu jaman masih gadis kinyis-kinyis, hahaha.

Sekarang mau masukĀ  tinggal tap kartu BCA flazz. Karena saya punya cuma 1, terpaksa suami beli Tiket Harian Berjaminan (THB). Adik sih sudah punya kartu yang khusus untuk commuter line. Sayang ya, e-toll card Mandiri nggak bisa dipakai. Mandiri ini punya e-Money juga kayaknya yang bisa dipakai, tapi kok jenisnya macem-macem ya? Nggak satu kartu aja, bisa dipakai segala macem. *lhah kok malah curhat soal kartu*

Di dalam commuter line, saya dikasih tempat duduk sama seorang laki-laki. Ya untunglah ya, saya nggak ketemu sama Dinda di dalam kereta. Bahkan, seorang laki-laki di sebelahnya juga lantas berdiri dan menyilakan adik saya duduk. Lumayan sekali, soalnya kami nenteng stroller Diana juga ke Bogor. Sampai di Kebun Raya Bogor, belum ada jam setengah sepuluh.

Tiket masuk Kebun Raya Bogor (Mei 2014) Rp. 14.000,- per orang. Diana masih gratis karena di bawah 3 tahun. Tapi ada satu yang menjadi concern saya, Kebun Raya Bogor ini nggak stroller friendly, dan berarti juga buat disabilitas juga nggak friendly sama sekali, karena banyak ‘jalan’ berbentuk tangga, tanpa ada yang berupa jalan lurus di sampingnya khusus kursi roda.

Stroller sudah terlanjur dibuka dan dirakit, trus Diana juga udah nyaman didudukin, ternyata pintu masuk Kebun Raya Bogor itu naik turun tangga tinggi bener. :mrgreen:

Untungnya, Diana ini anaknya nggak terlalu sulit. Diajak jalan ayoh, didorong ayoh juga. Sebelum keliling Kebun Raya Bogor, sarapan dulu ya, biar ada tenaga. Sewaktu saya kasih sarapan, cuma mau 4 sampai 5 suap doang. Ya sudahlah, nggak papa. Langsung lanjut aja jalan-jalannya. Keliling di bawah pohon-pohon besar. Ke lapangan luas yang ada di depan cafe de daunan. Sayang, cafe de daunan ini lagi tutup karena sedang direnovasi. Batal deh rencana makan siang di sana.

Sambil nunggu waktunya makan siang, Diana sama bapaknya main bola di lapangan. Bolanya beli Rp. 10.000,- saja. Setiap kali lihat bola, entah kenapa Diana ini selalu pengen beli. Namanya anak-anak ya. Kalau bolanya dikumpulin, udah banyak banget, kali ya.. Untungnya bola ini juga ada masa hidupnya. Selalu cuma dalam 1 hari sudah kempes lagi karena bolong digigitin.

Capek jalan-jalan keliling Kebun Raya Bogor, saya punya tugas harus nidurin Diana sebelum anak ini cranky. Ternyata, dengan didorong-dorong di atas stroller saja, nggak cukup membuat Diana tidur. Padahal biasanya kalau ngantuk, gampang tidurnya di atas stroller. Berarti mau nggak mau harus disumpel nenen nih biar bisa tidur. Pilih dulu kursi yang ada di bawah pohon gede yang relatif sepi, baru ambil posisi pewe biar saya juga nggak cepet kesemutan megangin bocah 15 kilo minimal 30 menit. Ternyata, tidurnya malah hampir 1 jam! *kibasin tangan yang mulai mati rasa*

Bangun tidur, udah mulai balik lagi nih tenaganya Diana. Tapi sayang, mendung gede dan geludug bersahut-sahutan. Jadi ya mari sudahi saja jalan-jalannya dengan makan siang di Bakmi Gaya Tunggal. Balik lagi menuju Jakarta denga commuter line, eh, waktu akan menukarkan Tiket Harian Berjaminan (THB) dengan jaminan Rp. 5.000,- yang sudah dibayarkan, antrinya ampun-ampunan. Bablas aja, bawa pulang tiketnya, hehehe.

Tulisan ini sudah 6,595 kali dibaca

6 thoughts on “Ajak Anak ke Kebun Raya Bogor Naik Kereta Api

  1. Wah bahagianya melihat si kecil, mudah-mudahan orang tua sekarang bukan membanggakan apa yang dibawa anak-anak karena pemberian orang tua, akan tetapi bangga karena mampu membentuk manusia tangguh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *