24 Jam Nursing Strike Yang Mendebarkan

Asip Asi Perah 2

Beberapa hari lalu saya baca-baca tentang apa itu nursing strike. Bayi mogok menyusu pada ibunya. Wah, bisa juga ya ternyata ada nursing strike? Saya pikir paling-paling bayi bakalan GTM doang (gerakan tutup mulut) atau mogok makan.

Baru menyadari nursing strike bisa terjadi kapan saja di masa menyusui, saya khawatir juga kalau tiba-tiba Diana melakukannya. Dan benar! Kemarin malam Diana nursing strike!

Mungkin awalnya dari menggigit saat menyusu itu. Saya nggak terlalu ingat sih, apakah waktu itu sempat menjerit saat digigit, soalnya kejadiannya dini hari. Seingat saya sih saya hanya bilang “Dek!” dengan nada tegas dan sedikit keras sambil menarik payudara menjauh dari mulutnya.

Tetapi karena Diana langsung menangis, tandanya masih ingin disusui, saya kembali mengulurkannya lagi. Dan kembali digigit! Terulang sampai tiga kali dan yang ketiga itu mungkin yang serius, karena saya agak kesal, sehingga membangunkan Diana dengan menarik ke posisi duduk. Setelah bangun dan kembali menangis, saya memberi penjelasan.

Dek, kalau mau netek nggak boleh digigit, nanti sakit. Kalau sakit dedek nggak bisa mimik lagi.

Benar saja, karena digigit tiga kali, keesokan harinya saya lihat ada luka dan menjadi bengkak. Meringis-ringis kesakitanlah saya saat menyusui. Diana mungkin bingung juga melihat saya mengaduh-aduh kesakitan.

Karena bayi adalah mahluk yang sangat pintar, saya duga hal itulah penyebab utamanya nursing strike pada Diana. Ditambah dengan gusinya yang masih juga sangat gatal karena akan tumbuh gigi. Klop-lah.

Terakhir dua hari lalu jam 23.00 Diana tidur setelah puas menyusu. Terbangun jam 01.00 dini hari masih mau minum susu. Jam 04.00 pagi bangun, saya coba nenenin udah nggak mau. Habis mandi sebelum saya berangkat kerja biasanya juga minum susu lagi, sekitar jam 09.00 atau 09.30, tapi nggak mau juga. Akhirnya saya terpaksa merah dulu deh sebelum ke kantor.

Kalau siang, selama ini memang Diana minumnya asi perah dengan dot. Selama nggak ada orang tuanya, Diana mau-mau saja minum dari dot, tetapi setelah ada saya, langsung deh maunya nyedot dari gentongnya. Jam 18.00 itu waktunya saya pulang dan setibanya di rumah, pertama kali yang saya lakuin adalah menyusui bayi.

Tapi kemarin, ooowwh noooo, Diana masih saja nggak mau menyusu langsung ke emaknya. Setiap kali melihat susu, malah jadi menangis meraung-raung. Saya udah panik aja. Langsung banyak baca lagi soal penyebab nursing strike, apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi nursing strike dan lain-lain. Kagetnya, nursing strike bisa terjadi dua hari, lima hari, bahkan ada yang satu bulan.

Matek. Baru setengah hari aja rasanya udah kayak separuh jiwa hilang. Yah, beda tipis lah kayak orang yang patah hati lalu pengen bunuh diri, gitu.. Galau pokoknya.

Dan karena seumur-umur Diana ini baru bisa tidur kalau udah ngenyot nenen emaknya, kebayang semalaman dia nggak mau nyusu, kayak apa rewelnya. Tangisannya mungkin kedengeran sampai rumah tetangga yang berada di paling ujung gang saking kencengnya. Dan saya nggak bisa berbuat banyak karena sekali lagi, sejak awal Diana nggak mau minum dari dot kalau sama saya.

Saya sampai beli beberapa dot dengan berbagai merek dan berbagai ukuran dari yang kecil, tanggung, besar sampai yang bentuknya sippy, buat jaga-jaga siapa tahu nursing strike-nya ini berlangsung lama.

Saya isi dotnya dengan asi perah dan satu dot lagi dengan air putih. Tetep saja tangisannya nggak mereda.

Dari beberapa bacaan, cara mengatasi nursing strike ini nggak bisa dengan memaksa bayi kita mau kembali menyusu langsung dengan berbagai cara. Semakin dipaksa, bayi bisa semakin trauma. Perbanyak skin to skin contact. Oke, saya langsung gendong (baby wearing sih tepatnya).

Jam 22.00 tangisan Diana udah nggak bisa dibendung lagi. Antara haus dan ngantuk tingkat dewa, tapi dia nggak mau nyusu. Saya sudah hampir nyerah mau membawa dia ke rumah simbahnya. Biar dia tidur di sana, karena kalau sama orang lain, dia mau minum dari botol. Tapi saya kuat-kuatin dengerin tangisannya, dengan membiarkannya menangis sampai lelah, sambil menempelkan badan saya ke badannya, tapi tidak memaksanya menyusu.

Jam 23.00 kondisinya sudah mulai serak karena menangis, kemudian batuk-batuk, dan ajaib, Diana mau menyusu lagi saat saya sodorkan. HORRREEE!!!

Nggak bisa diungkapin gimana rasanya, pokoknya seneng luas biasa! Semoga nggak ada nursing strike seri 2 dan seterusnya. Maunya tetep nyusuin sampai bosan 2 tahun dan abis air susunya.

Related Post

One comment on “24 Jam Nursing Strike Yang Mendebarkan

  1. lisa on said:

    Halo, menemukan blog ini saat saya sedang mencari tau cara mengatasi Nursing Strike, walau ternyata posting 2013, semoga Nursing Strike yg saya alami sekarang segera selesai…bisa juga baby pake mogok..duuuuh…makasi pencerahannya…masih bingung bagaimana supaya mogoknya rampung…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

7,018 Spam Comments Blocked so far by Spam Free Wordpress

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>